KEPADATAN SERABUT KOLAGEN PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA GINGIVA TIKUS Spraque Dawley SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK ADAS (Foeniculum vulgare Mill.) 50%

INTISARI

Penyembuhan luka merupakan suatu rangkaian proses yang kompleks meliputi proses induksi respon peradangan akut oleh jejas awal, regenerasi sel parenkim, migrasi dan proliferasi sel parenkim maupun sel jaringan ikat, sintesis protein, remodelling parenkim untuk mengembalikan fungsi jaringan, remodelling jaringan ikat untuk  memperoleh kekuatan luka. Kolagen merupakan protein struktural fibrosa yang memberikan kekuatan regang yang berasal dari pertautan silangnya dan bergantung pada vitamin C. Adas (Foeniculum vulgare Mill.) memiliki produk utama yaitu minyak atsiri. Minyak esensial  adas dilaporkan bisa menstimulasi per-baikan liver pada tikus putih dan juga sebagai antibakteri. Selain itu adas juga mengandung flavonoid yang berkhasiat menyembuhkan radang. Sebelum melakukan pengamatan, dilakukan scoring 1, 2, dan 3 untuk menilai kepadatan kolagen dengan urutan kepadatan masing-masing nilai yaitu jarang, agak padat, dan padat. Kemudian masing-masing preparat diamati 10 lapang pandang dengan mikroskop cahaya perbesaran 400x. Hasil pengamatan tersebut dirata-rata kemudian dianalisis mengenai kepadatan serabut kolagen dan didapatkan hasil bahwa kolagen pada preparat kontrol lebih padat daripada preparat perlakuan. Dari praktikum dapat disimpulkan bahwa hasil pengamatan yang diperoleh tidak sesuai dengan teori yang didapatkan sehingga tidak dapat membuktikan bahwa ekstrak buah adas 50% efektif dalam membantu proses penyembuhan luka gingiva tikus Spraque Dawley

Kata Kunci : luka, kolagen, Foeniculum vulgare Mill, minyak atsiri

PENDAHULUAN

Penyembuhan luka merupakan suatu rangkaian proses yang kompleks meliputi proses induksi respon peradangan akut oleh jejas awal, regenerasi sel parenkim, migrasi dan proliferasi sel parenkim maupun sel jaringan ikat, sintesis protein, remodelling parenkim untuk mengembalikan fungsi jaringan, remodelling jaringan ikat untuk  memperoleh kekuatan luka. Pada saat sel dan jaringan sedang mengalami cedera, terjadi peristiwa perusakan sekaligus penyiapan sel yang bertahan hidup untuk melakukan replikasi. ECM (extracellular matrix) merupakan suatu kompleks makromolekul yang mengalami remodelling secara dinamis dan konstan yang disintesis secara lokal dan menyusun bagian penting pada setiap jaringan. ECM memiliki tiga komponen dasar yaitu struktural fibrosa, gel, serta glikoprotein. Kolagen merupakan protein struktural fibrosa yang memberikan kekuatan regang. Kekuatan regang pada kolagen fibril berasal dari pertautan silangnya dan bergantung pada vitamin C. Beberapa tipe kolagen (misalnya tipe I, III, dan V) membentuk fibril melalui pertautan silang lateral pada triple helice, kolagen lain (misalnya tipe IV) adalah nonfibril dan merupakan komponen membrana basalis. Kolagen fibril membentuk bagian utama jaringan ikat pada luka yang menyembuh, khususnya pada jaringan parut. Sintesis kolagen diinduksi oleh sejumlah molekul meliputi faktor pertumbuhan (PDGF, bFGFm da nTGF-β) serta sitokin (interleukin 1 [IL-1] yang disekresikan oleh leukosit dan fibroblas(Kumar, 2007).

Beberapa prinsip dalam penyembuhan (Ismail, 2007) yaitu:

  1. Kemampuan tubuh untuk menangani trauma jaringan dipengaruhi oleh luasnya kerusakan dan keadaan umum kesehatan tiap orang
  2. Respon tubuh pada luka lebih efektif jika nutrisi yang tepat tetap dijaga
  3. Respon tubuh secara sistemik pada trauma
  4. Aliran darah ke dan dari jaringan yang luka
  5. Keutuhan kulit dan mukosa membran disiapkan sebagai garis pertama untuk mempertahankan diri dari mikroorganisme
  6. Penyembuhan normal ditingkatkan ketika luka bebas dari benda asing tubuh termasuk bakteri.

Adas (Foeniculum vulgare Mill.) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang digunakan untuk bahan baku farmasi, kosmetik, jamu, dan bumbu masak serta untuk menanggulangi masalah susah tidur. Telah dilaporkan bahwa buah adas mengandung 2 – 6 % minyak atsiri, saponin, flavonoid dan polifenol (Syamsuhidayat dan Hutapea, 1981). Produk utama adas adalah minyak atsiri (oleum foeniculi). Komponen minyak atsiri yang penting adalah anethol yang terkandung sekitar 70% dalam minyak dan bijinya (Hasanah, 2004). Pemberian ekstrak Foeniculum vulgare secara oral ( 200 mg/kg) dapat menghambat inflamasi akut maupun subakut dan reaksi alergik tipe IV serta menunjukkan efek analgesik sentral (Choi, 2004).

Tabel 1. Kadar minyak atsiri, anethol, fenchone dan estragol

Jenis/tempat asal Kadar minyak(g/100 ml) Anethol (%) Fenchone (%) Estragol (%)
Adas  (F. vulgare) Cipanas, Jawa Barat 3,83 43,3 33,3 15,3
Adas (F. vulgare) Lembang , Jawa Barat 3,23 28,3 28,9 16,9
Adas  jamu (F. vulgare) Jawa  Tengah 4,39 44,5 16,9 22,7
Adas (F. dulce)  dari pedagang 2,23 73,0 2,0 0,96
Anis (Star anis) dari pedagang 13,97 82,8 - 0,96

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, 2008

Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa mampu mengamati kepadatan serabut kolagen pada proses penyembuhan luka gingiva setelah pemberian topikal ekstrak tanaman obat serta memahami peran kolagen dalam penyembuhan luka.

BAHAN DAN CARA

Praktikum ini memerlukan alat dan bahan seperti preparat kontrol aquades (hari ke-1, 3, 5, 7, 10, dan 14); preparat perlakuan ekstrak adas 50% (hari ke-1, 3, 5, 7, 10, dan 14) serta mikroskop cahaya. Sebelum melakukan pengamatan, dilakukan scoring untuk menentukan penilaian yaitu:

Skor 1 Skor 2 Skor 3
preparat dengan kepadatan serabut kolagen yang dinilai jarang preparat dengan kepadatan serabut kolagen yang dinilai agak padat preparat dengan kepadatan serabut kolagen yang dinilai padat

Kemudian masing-masing preparat diamati 10 lapang pandang dengan menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 400x. Hasil pengamatan tersebut dirata-rata dan dianalisis mengenai kepadatan serabut kolagen sesuai data yang telah diperoleh.

HASIL PENGAMATAN

Tabel 1. Rata-rata Hasil Pengamatan Preparat

Hari Ke Preparat
Kontrol Perlakuan
1 1.23 1.46
3 2.06 1.96
5 1.36 1.16
7 2.23 1.4
10 2.36 2.3
14 2.53 2.6
Rata-rata 1.96 1.81

PEMBAHASAN

Dari hasil praktikum dapat diketahui bahwa rata-rata kepadatan serabut kolagen dari preparat yang mendapat perlakuan lebih kecil daripada rata-rata kepadatan serabut kolagen dari preparat kontrol. Nilai rata-rata kepadatan serabut kolagen yang lebih tinggi menunjukkan bahwa proses penyembuhan luka berlangsung lebih cepat. Padahal seharusnya nilai kepadatan kolagen pada preparat perlakuan lebih tinggi daripada preparat kontrol karena buah adas mengandung minyak esensial  yang dapat menstimulasi per-baikan liver pada tikus putih dan juga sebagai antibakteri (Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, 2008). Adas juga mengandung saponin yang mempunyai kemampuan sebagai pembersih sehingga efektif untuk menyembuhkan luka terbuka karena saponin dapat memacu pembentukan kolagen (Rohmawati, 2008). Selain itu kandungan flavonoid dalam adas yang berfungsi sebagai antibakteri dapat mencegah peradangan (Kardarron, -). Seperti yang telah dijelaskan dalam pendahuluan bahwa penyembuhan normal ditingkatkan ketika luka bebas dari benda asing tubuh termasuk bakteri, maka seharusnya kandungan flavonoid ini dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka.

Kekurangsesuaian hasil praktikum dengan dasar teori ini dimungkinkan dapat terjadi karena kekurangtelitian praktikum sehingga terjadi kesalahan dalam menilai kepadatan kolagen serta peralatan pengamatan yang kurang memadai.

KESIMPULAN

Dari praktikum dapat disimpulkan bahwa hasil pengamatan yang diperoleh tidak sesuai dengan teori yang didapatkan sehingga tidak dapat membuktikan bahwa ekstrak buah adas 50% efektif dalam membantu proses penyembuhan luka gingiva tikus Spraque Dawley.

DAFTAR PUSTAKA

Sentra Informasi Iptek. 2005. Tanaman Obat Indonesia. http://www.iptek.net.id/ind/ pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=106. (diunduh tanggal 15 Oktober 2009)

Hasanah, Maharani. 2004. Perkembangan Teknologi Budidaya Adas (Foeniculum vulgare Mill.). http://www.pustaka-deptan.go.id/publikasi/p3234044.pdf. (diunduh tanggal 15 Oktober 2009)

Kardarron, Dan. -. Informasi Jamu. http://www.asiamaya.com/jamu/isi/adas _foeniculumvulgare.htm. (diunduh tanggal 15 Oktober 2009)

Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. 2008. Adas Tanaman Yang Berpotensi Dikembangkan Sebagai Bahan Obat Alami. http://balittro.litbang.deptan.go.id/ index.php?option=com_content&task=view&id=81&Itemid=38. (diunduh tanggal 15 Oktober 2009)

Choi Eun-Mi dan Jae-Kwan Hwang. 2004. Antiinflammatory, Analgesic and Antioxidant Activities of The Fruit of Foeniculum Vulgare. Fitoterapia. 75(6): 557-65

Kumar Vinay, dkk. 2007. Buku Ajar Patologi Robbins. Ed 7. Vol 1. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Rohmawati Nina. 2008. Efek Penyembuhan Luka Bakar Dalam Sediaan Gel Ekstrak Etanol 70% Daun Lidah Buaya (Aloe vera l.) pada Kulit Punggung Kelinci New Zealand. http://etd.eprints.ums.ac.id/3330/1/K100040151.pdf. (diunduh tanggal 15 Oktober 2009)

Syamsuhidayat S S dan Hutapea. 1981. Inventaris Tanaman Obat Indonesia. Edisi I. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. 2008. Adas Tanaman Yang Berpotensi Dikembangkan Sebagai Bahan Obat Alami. http://balittro.litbang.deptan.go.id/ index.php?option=com_content&task=view&id=81&Itemid=38. (diunduh tanggal 15 Oktober 2009)

About these ads

One response

  1. MAKSUD NA TEH NAON SICH..??
    ABDI MAH JALMA ALIT JD TEU NGARTOS NANAON….

    IEU OGE KA WARNET NITAH BATUR….ANU TIASA.

    HATUR NUHUN KA SADAYANA ATAS PENGHARGAAN INI SAYA DEDIKASIKAN KANGGO SADAYANA ANAK LEDIZS PUNK-NGAJIAN AND ANAK M2H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s