dongeng papa – kancil dan macan 2: sabuk ajaib

suatu hari, kancil berjalan-jalan di hutan untuk menikmati hari. pagi itu cuaca sangat cerah dan angin pun sepoi-sepoi. hari yang bagus untuk dihabiskan dengan bermalas-malasan, pikirnya. setelah melewati rimbunan semak pohon ceri, kancil menemukan sebuah pohon besar yang sangat rindang dan terlihat nyaman untuk beristirahat. kancil duduk di bawah pohon itu sambil memandang sekeliling untuk memastikan tempatnya cukup aman. dia masih trauma karena sembarangan memilih tempat beristirahat kemarin sehingga hampir saja menjadi santapan macan.

rasanya tempatnya sekarang cukup aman. sejauh mata memandang, hanya pepohonan dan rimbun semak saja. tidak ada tanda-tanda hewan pemangsa. saat akan meletakkan kepalanya, kancil melihat gundukan berwarna hitam yang berkilauan, mirip dengan gulungan sabuk. dia mengerjapkan mata untuk memastikan, ternyata yang dia lihat adalah seekor ular besar yang sedang tidur. ah dia takkan memakanku, dia pasti habis makan, pikir kancil. maka kancil meletakkan kepala di atas kaki depannya dengan tenang sambil mengenang keberuntungannya bisa lolos dari macan yang bodoh. dia tersenyum dan puas dengan kecerdikannya. dia kemudian tertidur pulas.

sementara itu, si macan yang kelaparan sedang mencari-cari buruan. dia masih kesal dengan kejadian kemarin. bodohnya dia bisa percaya begitu saja kepada kancil yang licik. dalam hati dia berjanji akan menghajar kancil jika bertemu nanti. tiba-tiba terdengar suara bergemuruh dalam perutnya. aaah..aku lapar sekali! pikir macan. ketika dia melewati sesemakan pohon ceri, matanya tertumbuk pada seekor hewan berwarna coklat yang sedang asik tidur di bawah pohon. semakin diamati, dia semakin yakin bahwa hewan itu adalah si kancil. aaah kesempatan! awas kau kancil! kali ini kamu tidak akan lolos!

” Hey kancil! bangun kamu!” seru macan. kancil yang sedang asik tidur jadi terbangun karena kaget. dia bertambah kaget ketika tau siapa yang membangunkannya. aduuuh.. mati aku! batinnya ketakutan. tapi kemudian dia mendapat ide.

” Eh, halo macan! apa kabar? sering sekali kita bertemu ya!”

” Udah, kamu gak perlu banyak omong! aku akan menyantapmu sekarang juga!” ujar macan.

” Aaah.. yaa.. boleh saja sih. tapi aku harus bilang kanjeng nabi sulaiman dulu!”

” Alasan! kamu pasti akan menipuku lagikan?”

” Tidak macan! aku benar-benar harus bilang kanjeng nabi dulu. karena saat ini aku sedang ditugasi oleh beliau.”

” Tugas macam apa itu?”

” Kau lihat di sana, di bawah pohon besar itu, ada sebuah sabuk cantik. itu adalah milik kanjeng nabi. aku diperintahkan untuk menjaganya.” macan melihat ke arah yang ditunjuk oleh kancil dan merasa terpesona oleh sabuk yang dikatakan kancil di bawah pohon itu. tanpa sadar, dia berjalan menuju ke sabuk tersebut.

” Eeh macan! kamu mau kemana?”

” Aku mau lihat sabuk itu dari dekat. indah sekali!”

” Eh jangan! nanti aku dan kamu bisa dimarahi kanjeng nabi!”

” Yah padahal aku ingin memakai sabuk itu. pasti aku akan terlihat semakin hebat!”

” Tentu saja! karena sabuk itu memang indah sekali!”

” Bolehkah aku mencobanya?”

” Aduh, gimana ya? nanti aku dimarahi kanjeng nabi!”

” Grrrrr.. kalau tidak boleh mencobanya, aku akan memakanmu!” macan mengambil posisi siap untuk menerjang kancil.

” Eh, eh, baiklah! kamu boleh mencobanya. tapi dengan satu syarat.”

” Apa itu?”

” kamu boleh memakainya setelah aku pergi agar aku tidak kena marah kanjeng nabi!”

” Ya… ya.. baiklah! pergilah sekarang!”

” setelah suaraku tak terdengar, kamu baru boleh memakainya.”

” Iya iya! cerewet sekali kamu!”

kancil tersenyum senang dan berlari menjauh. macan menunggu sambil memanggil-manggil nama kancil. saat suara kancil benar-benar tidak terdengar lagi, macan dengan gagahnya berjalan menuju sabuk itu. dengan cakarnya yang besar, diangkatnya sabuk tersebut, yang sebetulnya adalah ular yang sedang tidur. ular yang sedang tidur dengan pulas itu kaget dan marah karena ada yang mengganggu tidurnya. dia mendesis ke arah macan.

” Heh! ngapain kamu mengganggu tidurku! sssss.. sssss.. ” tanpa menunggu jawaban macan, ular pun segera melilitkan diri ke tubuh macan.

” Aaaah.. ampun.. ampun ulaar.. aku telah ditipu oleh kancil!!! dia bilang kamu adalah sabuk milik kanjeng nabi sulaiman!” ular tidak mendengarkan kata-kata macan dan melilitkan tubuhnya semakin erat. akhirnya terjadilah pergulatan antara macan dan ular. macan berusaha mencakar-cakar ular, tapi karena sisiknya yang kuat, cakar itu tidak ada gunanya. si ularpun berusaha meremukkan tulang-tulang macan dengan melilitnya kuat-kuat. mereka berdua bertarung dengan seru. tak ada yang mau mengalah. hingga akhirnya macan melihat sebuah kesempatan dan menggigit tubuh si ular hingga putus. si ular pun mati. macan berusaha melepaskan diri dari tubuh ular yang masih melilitnya.

” Dasar kancil kurang ajar!!! lihat saja!!! kalau ketemu nanti aku akan segera memakannya!!!” geram si macan. dia pun berlari mengikuti jejak si kancil untuk mengejarnya.

***

dongeng papa lainnya:

1. kancil mencuri timun

2. sajian kanjeng nabi sulaiman

About these ads

4 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s