dosen imporan

beberapa semester yang lalu aq pernah dapet dosen sosiologi yang diimpor langsung dari groningen belanda! -groningen itu nearby netherland kata bapaknya-
well, pagi itu aq jadi semangat banget buat kuliah sosio soalnya dosennya impor. aq bertekad bakalan nanya walopun pertanyaan ngga penting seperti ‘apakah kubis berwarna merah atau putih?’, pokoknya nanya! pas dosennya masuk, seluruh tubuhku dialiri oleh adrenalin dan serasa ingin meloncat – loncat terus maju ke meja dosen, minta foto dan tanda tangan. tapi sayangnya rhani sama rina keburu berhasil mengikat erat diriQ di kursi.
soal kesenangan, i always interest in learning foreign culture. makanya aq snang bisa interaksi langsung sama bule. entah bule belanda, jepang, cina, ato bule kradenan baru. tapi walo bgitu, im not really gud in english. yah klo baca sih jago ( baca dalam hati tapi!) tapi klo ngomong masih suka belibet, ketuker antara lidah sama usus. en parahnya lagi pendengaranQ yang untuk mendengarkan bahasa indonesia saja suka bolot apalagi bahasa inggris yang diucapkan oleh native speaker. waduh… tadi aja berulang kali aq mau raise my hand en bilang “slowly please, word to word” tapi ngga jadi gara2 takut didepak dari kelas. makanya aq tadi walopun gentar tapi tetap semangat! aq yakin kuliah ini juga gampang! palingan juga bakalan ada teks terjemahannya yang akan muncul kira – kira di sekitar pinggang si dosen yang menerjemahkan setiap kata yang diucapkan oleh Prof. Schaub ( bapak dosennya).
dan kuliah dimulai
si dosen mulai memperkenalkan dirinya
aq nunggu ternyata teksnya belum muncul. aq pikir mungkin ini lagi perkenalan jadi ngga dimunculkan teksnya.
si dosen mulai buka slidenya dan ngasih kuliah.
teksnya belum muncul.
aq masih nunggu.
10 menit.
20 menit.
ternyata…
memang ngga ada teksnya. asli in english version! waktu aq tanya ke rhani, dia bilang : sabar ya bel!
huwaaa…. akhirnya aq memperhatikan dengan seksama setiap kata yang muncul dari si dosen. dan setelah 50 menit berlalu, aq missed out! aq berkata pada diriku sendiri : gitu kok mau kuliah di luar negri tho nduk.. nduk… hiks.. harga diriku terluka…
tapi sodara2, kenyataan tak selalu pahit ternyata. pas sesi tanya jawab aq memberanikan diri buat bertanya dan syukurlah prof Schaub berkenan mendengarkan dan menjawab pertanyaanQ. tapi aq memang bodoh.
gugup.
setiap kata loncat2.
kebalik2 kata2nya.
kaki dikepala kepala dikaki.
ngga bisa mengucapkan prescription dengan benar.
tapi untung lagi bapaknya ngerti apa yang Q tanyain. dan beliau menjawabnya.
aq ngga mudeng.
ternyata
memang jawabannya ngga nyambung.
oh God! kami miscommunication! dia ngga bener2 ngerti pertanyaanQ!!! huhuhu… kasihan sekali si bapak! jauh2 dari belanda hanya untuk mendengarkan partanyaan tidak jelas dari seorang aq!!! sungguh tragis. dan ternyata kenyataan memang selalu pahit karena gula lagi mahal.
tapi td dosen demografi ( maaf bu saya lupa nama ibu! ) mengumumkan udah akan ada kerjasama antara UGM sama universitasnya si bapak di belanda buat ngirim ko ass ato apa ya tadi? pokoknya buat praktek di groningen sana. aq mau!!! aq mau!!! aq mau mulai belajar bahasa inggris sama belanda!!!

achtung! achtung! ( kata mbul ini bukan bahasa belanda tapi bahasa jerman! ah aq ngga percaya! ini pasti bahasa belanda! )

2 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s