MELANOMA MALIGNAN

Malignant melanoma terbentumalignant melanomak dari melanosit yang berasal dari dermoepidermal junction.  Pada peringkat evolusi intraepidermal,  lesi itu tidak dapat metastases dan disebut melanoma in situ.  Lesi in situ ini kemudian akan bermenifestasi secara vertical ke dalam dermis.  Risiko metastase cutaneous melanomas akan meningkat dengan meningkatnya ketebalan tumor.  Melanoma yang terbentuk awal sekiranya dirawat mempunyai kemungkinan tinggi untuk sembuh (Wood and Goaz, 1994).

Melanoma ini mungkin terdapat pada kulit normal,  pada lentigo atau pada komponen epidermal pigmented nevus yang benign.  Pengaruh hormon penting pada pigmentasi dan terdapat bukti yang menunjukkan keterkaitan hormon dengan etiologi melanomas.  Kehamilan juga didapati dapat meningkatkan penumbuhan melanoma (Gorlin Robert J dan Goldman Henry M. 1970).

Melanoma maligna pada kulit dapat dibagi menjadi maligna melanoma lentigo dan  melanoma cutaneous primer. Yang terakhir dapat dibagi lagi menggunakan eriteria patologi klinis menjadi tiga jenis:

  • menyebar  ke arah superficial
  • nodular
  • acral lentiginous

Adanya peningkatan tajam munculnya cutaneous melanoma, terkait dengan paparan sinar matahari, terutama dari orang-orang berkulit putih, sinar matahari yang kuat. Hal ini tidak berlaku untuk melanoma pada mulut, etiologi melanoma tidak diketahui.

Kasus melanoma maligna pada mulut langka. Melanoma pada mulut tampaknya sedikit lebih umum pada laki-laki daripada perempuan dan insidensi puncak pada umur 41 – 60. Lebih dari 70% kasus melibatkan rahang atas, dan yang paling umum pada palatum sebanyak 47% atau pada gingiva sebanyak 26%.

Lesi biasanya berwarna coklat tua ke hitam kebiruan, sedikit menonjol atau nodular. Melanoma tidak berpigmen muncul kemerahan. Mayoritas berukuran besar pada pemeriksaan awal dan banyak yang telah muncul selama lebih dari setahun ketika pertama kali dilihat. Awalnya ada sedikit gejala, tetapi kemudian mungkin ada ulserasi, nyeri dan pendarahan. Pertumbuhan kadang-kadang cepat, dan memperluas kerusakan tulang dengan melonggarkan tulang dan diikuti pelepasan gigi. Sekitar 30% dari kasus melanoma didahului oleh pigmentasi pada mulut selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Umumnya bermetastasis dan sering meluas, biasanya melibatkan kelenjar getah bening regional, hati, paru-paru dan tulang. Lima puluh persen pasien memiliki bukti dari metastasis pada presentasi dan akhirnya ini meningkat menjadi lebih dari 75% (Cawson, 1994)

Ciri khas klinis tambahan mungkin termasuk perubahan dalam ukuran yang dapat dirasakan dengan jelas oleh pasien atau pemeriksa; adanya melanoma lebih kecil mengelilingi tumor yang besar, dikenal sebagai lesi satelit: tanda-tanda peradangan, termasuk zona perifer eritema, perdarahan, dan ulserasi, dan kelenjar getah bening regional berbatu keras. Melanoma timbul dari Nevus yang ada sebelumnya, terutama dengan riwayat trauma. Tempat yang paling umum timbul melanoma adalah lengkung alveolar rahang atas, langit-langit, dan gingival anterior (Bricker, 1994).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s