PENANAMAN DAN IDENTIFIKASI Candida albicans PADA SABOURAUD AGAR DAN CORN MEAL AGAR

ABSTRACT

The aim of this study to make the student understand about clinical material testing in dentistry.  Candida albicans is an ethiological agent of mild to severe candidiasis of skin, nails, and mucose membrane. Mortality rate of candidaemia is 48.9% (which 60.0% are infected by Candida albicans). One of critical characteristic of Candida albicans is the ability of forming chlamidiosphore on spesific medium. Germ tube forming by Candida albicans has been reported as a significance factor of it’s pathogenity. Specimen were swab from oral cavity the cultured on sabouraud agar. To observe the germ tube, after colony’s growth, colony was took by sterile round ose and got it into 0.5 ml horse serum. Specimen also cultured on corn meal agar to observe the chlamydiosphore, blastoconidia’s cluster and pseudohypha.

Keyword : Candida albicans, corn meal agar, sabouraud agar, germ tube, chlamydiosphora

PENDAHULUAN

Candida albicans adalah agen etiologi kandidiasis ringan hingga infeksi yang parah pada kulit, kuku, dan membran mukosa (Murray et al, 1995). Mortality rate secara menyeluruh untuk pasien candidaemia sebesar 48.9% dimana 60%nya disebabkan oleh infeksi Candida albicans (Pasqualotto et al, 2006). Candida sebenarnya adalah flora normal dalam selaput lendir, saluran pernapasan, saluran pencernaan dan genitalia wanita. Candida albicans merupakan jamur lonjong bertunas yang menghasilkan pseudomiselium baik dalam biakan maupun dalam jaringan dan eksudat. Pada sediaan mikroskopik eksudat, Candida tampak sebagai ragi lonjong bertunas, gram-positif, dan sel-sel bertunas, yang memanjang menyerupai hifa (pseudohifa). Pada agar sabouraud yang dieramkan pada suhu kamar, terbentuk koloni-koloni lunak berwarna krim. Hanya sel-sel bertunas pada biakan 24 jam Candida albicans akan membentuk germ tube dalam 2-3 jam bila diletakkan dalam serum pada 37oC (Jawetz et al, 1986). Candida albicans tumbuh pada pH 4,6 atau lebih dalam kaldu nutrisi yang mengandung 5% glukosa (Collins and Hardt,1980).

Salah satu karakteristik yang paling penting diferensial Candida albicans adalah kemampuan untuk membentuk chlamydospores pada media tertentu. Corn meal Agar merangsang sporulasi Candida albicans, dan berguna dalam menekan pertumbuhan jamur tertentu lainnya (Baron and Finegold, 1990). Produksi Chlamydospora merupakan ciri diagnostik yang penting yang digunakan dalam identifikasi Candida albicans (Duncan and Floeder, 1963).

Pembentukan germ tube oleh Candida albicans telah dilaporkan sebagai faktor yang signifikan pada patogenisitas. Variasi luas telah dilihat dalam pembentukan germ tube di
spesimen air liur yang diperoleh dari individu sehat dan sakit sistemik. Namun, tabung kuman lebih sering ditemukan dan dalam jumlah yang lebih tinggi pada individu sakit (Bartels et al, 1969). Kapasitas Candida albicans untuk memproduksi germ tube dalam media sederhana dianalisis sebagai fungsi dari variasi pH, supernatan bakteri dan penambahan konsentrasi yang berbeda dari berbagai jenis bakteri (Auger & Joly, 1977).

Sabouraud Chloramphenicol Agar direkomendasikan untuk isolasi yeast dan mold, khususnya jika sampel terkontaminasi oleh bakteri. Fungsi bahan-bahan dalam agar ini yaitu pepton sebagai sumber makanan untuk pertumbuhan, glukosa adalah sumber energi dan chloramphenicol merupakan antibiotik spektrum luas untuk menghambat perkembangan mikroflora yang mengkontaminasi (Biokar Diagnostik, 2000). Konsentrasi dekstrosa tinggi dan pH asam dalam formulasinya mempengaruhi selektivitas jamur (Jarett and Sonnenwirth, 1980).

Praktikum ini dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan bahan asal klinik kedokteran gigi.

BAHAN DAN CARA

Spesimen diambil dengan cara swab dari rongga mulut kemudian dioleskan pada saboraud agar. Kultur tersebut diinkubasi pada suhu 35-37oC selama 48 jam. Untuk mengamati germ tube, setelah tumbuh koloni, dilakukan pengambilan koloni Candida albicans dengan ose bulat steril kemudian dimasukkan ke dalam horse serum 0.5ml, digetarkan secara ringan dan diinkubasi selama 3 jam pada suhu 35-37oC. Dari larutan tersebut diambil 1 tetes dan diletakkan pada deck glass, kemudian ditutup dengan cover slip dan diamati dengan mikroskop pada magnifikasi 40.

Spesimen juga ditanam pada corn meal agar untuk mengamati clamydosphora, cluster blastoconidia, dan pseudohypha. Satu koloni Candida albicans dari biakan primer pada Saboraud agar diambil dengan menggunakan ose tajam steril. Selanjutnya ose ditusukkan pada corn meal agar dengan sudut tusukan 45o sebanyak 4 tusukan. Jarak tusukan pertama dan kedua adalah 1.5 cm. Setiap 2 tusukan ditutup dengan menggunakan glass cover slip dan diinkubasi pada suhu 30oC selama 48 jam. Hasil kultur diamati menggunakan mikroskop dengan cara mengambil glass cover slip dan diletakkan pada glass objek.

HASIL PENGAMATAN


Gambar 1

  1. Clamydosphora
  2. Pseudohyphae
  3. Blastoconidia

Gambar 2

Germ tube

PEMBAHASAN

Pada gambar 1 tampak adanya pertumbuhan Candida albicans yang ditandai dengan adanya clamydosphora yang merupakan ciri diagnostik penting dari identifikasi Candida albicans (Baron and Finegold, 1990; Duncan and Floeder, 1963),  pseudohypha yang biasa terdapat pada sediaan mikroskopik eksudat (Jawetz et al, 1986) dan blastoconidia.

Gambar 2 merupakan sediaan 3.5 jam dan telah tampak adanya pembentukan germ tube yang merupakan faktor signifikan pada patogenitas Candida albicans (Bartels et al, 1969). Pembentukan germ tube Candida albicans terjadi dalam 2-3 jam bila diletakkan dalam serum pada 37oC (Jawetz et al, 1986) yang dipengaruhi oleh variasi pH, supernatan bakteri dan penambahan konsentrasi yang berbeda dari berbagai jenis bakteri (Auger & Joly, 1977).

KESIMPULAN

  1. Identifikasi Candida albicans dapat dilakukan dengan membiakkannya pada agar sabouraud dan corn meal untuk mengamati adanya chlamydosphora dan germ tube
  2. Chlamydospora dan germ tube merupakan tes identifikasi spesifik untuk Candida albicans

7 responses

  1. trm ksh atas infonya
    mau tanya kenapa germ tube harus 2 jam, kenapa tidak lebih dr itu…5 jam mgkn…kan logikannya semakinlama waktu maka pseudohypha makin panjang….makin mudah diagnosanya
    bgmn y?trm ksh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s