EFEK PEMBERIAN TOPIKAL EKSTRAK ADAS (Foeniculum vulgare Mill.) DAN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) TERHADAP PROSES ANGIOGENESIS PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA GINGIVA

ABSTRACT

The process of wound healing needed sufficient blood supply to improve cellular activity because active metabolic site need oxygen and substrate for its energy. The aim of this study was to understand the effect of topical administration of Adas (Foeniculum vulgare Mill.) extract and Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) extract to the process of angiogenesis of gingival wound healing. Three groups of 1st, 3rd, 5th, 7th, 10th, 14th, and 21st day of gingival samples was observed using microscope. One group as a control and the other group was received 50 % extract of Adas fruit and 50 % extract of Pegagan.

After all of sample scored, we found that the average density of angiogenesis in Adas’s control sample in 1st, 3rd, 5th, 7th, 10th, 14th, 21st days was 3.12, Pegagan’s control sample was 8.45, samples of Adas extract was 3.61 and samples of Pegagan extract was 9.30. From those results, we conclude that the administration of 50% Adas extract and Pegagan extract increases the angiogenesis in the gingival wound healing.

Keyword : angiogenesis, adas, pegagan, luka

PENDAHULUAN

Suplai darah yang cukup dibutuhkan dalam penyembuhan luka untuk meningkatkan aktivitas seluler selama penyembuhan karena lokasi metabolisme yang aktif butuh oksigen dan substrat untuk ketersediaan energinya (Newman, et al, 1996; Spector, 1993). Sistem vaskuler dapat membentuk kapiler baru (angiogenesis) dalam pemulihan jaringan yang cidera untuk menjamin jaringan yang beregenerasi mendapat cukup oksigen. Angiogenesis yaitu pertumbuhan pembuluh darah baru yang terjadi secara bersamaan dengan fibroplasia pada hari kedua setelah trauma. Faktor awal yang menjadi pemicu angiogenesis yaitu kerusakan yang terjadi pada tubulus endotel yang disebabkan oleh kerusakan jaringan sehingga terjadi hipoksia lokal yang menyebabkan peningkatan sekresi VEGF. Mediator paling penting pada angiogenesis yaitu VEGF dan FGF. Aktivasi sel endotel, platelet, otot polos, monosit/makrofaga, fibroblast, dan kemudian pelepasan sitokin seperti VEGF-A, PDGF, dan TGF-b yang dilepaskan secara lokal akan memicu sel endotel untuk memasuki dan migrasi matrik ekstraseluler, berproliferasi, dan membentuk tubulus muda baru (Bauer, et al, 2005).

Pertumbuhan jaringan normal atau tumor tergantung pada proses angiogenesis. Jika proses angiogenesis gagal maka pertumbuhan jaringan berhenti atau pusatnya berdegenerasi akibat anoksia setempat. Angiogenesis meliputi peristiwa: (1) degradasi lokal lamina basal pada kapiler dan venul kecil yang telah ada; (2) migrasi sel-sel endotel ke tempat pertumbuhan baru; (3) proliferasi dan perpaduan untuk membentuk kuncup kapiler; (4) penyusunan kembali sel-sel endotel untuk membentuk lumen; (5) anastomosis kuncup-kuncup berdekatan untuk membentuk lengkung-lengkung atau jalinan; (6) pengaliran darah melalui pembuluh baru (Fawcett, 2002).

Kuncup endotel tumbuh kira-kira 0,1-0,6 mm per hari. Setelah terjadi proses perbaikan yang ekstensif, banyak simpai kapiler orisinil lenyap lewat penyusutan pembuluh-pembuluh darah yang berlebihan sehingga suplai darah ke luka secara berangsur-angsur berkurang (Spector, 1993). Angiogenesis menghasilkan aliran darah yang banyak pada luka dan secara konsekuen meningkatkan perfusi faktor-faktor penyembuhan. Angiogenesis berhenti apabila jumlah pembuluh darah baru yang diperlukan sudah adekuat, pembuluh darah baru yang tidak diperlukan lagi akan hilang dengan apoptosis (Romo, 2005).

Proses penyembuhan luka terutama pada tahap radang, sering kali membutuhkan bantuan obat anti radang guna membatasi reaksi ini agar tidak berkepanjangan. Pada dasawarsa terakhir ini, obat tradisional yang sering disebut jamu semakin popular dan umumnya berasal dari tumbuhan obat (Siswanto, 1997). Berdasarkan penelitian Anton (2007), ekstrak adas diketahui dapat menurunkan sel leukosit PMN dan meningkatkan kepadatan angiogenesis pada proses penyembuhan luka gingival labial tikus Sprague dawley. Suatu penelitian di tahun 2004 menunjukan bahwa buah Adas mengandung komponen anti-inflamasi, analgesik, dan antioksidan yang membantu proses penyembuhan, seperti flavonoid, saponin dan asam askorbat (Gulfraz, 2007). Sedangkan ekstrak pegagan, menurut penelitian Retnaningsih (1996), memiliki efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan. Efek farmakologis yang dimiliki tanaman pegagan antara lain bersifat anti-infeksi, anti racun, penurun panas, peluruh air seni (diuretikum), antisifilis sekaligus memperbaiki sel kulit dan antilepra (Permadi, 2006).

Praktikum ini dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa mampu mengamati angiogenesis pada proses penyembuhan luka gingiva setelah pemberian topikal ekstrak tanaman obat.

BAHAN DAN CARA

Preparat yang diamati terdiri dari 3 macam yaitu preparat kontrol (adas dan pegagan), preparat perlakuan ekstrak adas konsentrasi 50%, dan preparat perlakuan ekstrak pegagan konsentrasi 50% hari ke-1, 3, 5, 7, 10, 14 dan 21. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 40. Masing-masing preparat dilakukan pengamatan dan penghitungan jumlah pembuluh darah dengan 10 lapang pandang oleh 3 praktikan. Hasilnya dibandingkan dan dianalisis.

HASIL PENGAMATAN

HARI KE

KONTROL ADAS ADAS KONTROL PEGAGAN PEGAGAN
1 0.93 1.63 6.90 7.43
3 1.90 3.00 7.56 9.20
5 3.80 4.33 9.36 10.83
7 3.87 6.13 10.5 11.3
10 8.10 4.67 12.87 12.1
14 1.53 3.26 7.13 8.83
21 1.73 2.23 4.86 5.43
Rata-rata 3.12 3.61 8.45

9.30

Tabel 1. Perbandingan Jumlah Pembuluh Darah Baru Pada Preparat Kontrol (Adas dan Pegagan) dan Perlakuan (Adas dan Pegagan)

PEMBAHASAN

Dari data pengamatan di atas didapatkan hasil rata-rata jumlah pembentukan pembuluh darah baru pada preparat kontrol adas adalah 3.12, preparat adas adalah 3.61, preparat kontrol pegagan adalah 8.45, dan preparat pegagan adalah 9.30. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang nyata dari preparat kontrol dan perlakuan yang berarti baik ekstrak adas dan pegagan terbukti efektif dalam memacu proses angiogenesis.

Proses angiogenesis pada preparat adas lebih cepat dari preparat kontrol karena ekstrak adas memiliki kemampuan dalam menurunkan sel leukosit PMN dan meningkatkan kepadatan angiogenesis (Anton, 2007) serta mengandung komponen anti-inflamasi, analgesik, dan antioksidan yang membantu proses penyembuhan, seperti flavonoid, saponin dan asam askorbat (Gulfraz, 2007). Antibakteri yang dimiliki oleh pegagan pun efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Karena seperti yang dikatakan oleh Williamson & Waxman (1994), infeksi mikroba merupakan faktor lokal yang dapat menggangu proses penyembuhan luka dengan memperpanjang fase inflamasi dan memperlambat proses penyembuhan luka, sehingga apabila infeksi ini dicegah, maka proses penyembuhan luka akan terjadi lebih cepat.

Pada kontrol dan perlakuan ekstrak pegagan memiliki puncak angiogenesis, dimana jumlah pembuluh darah barunya terbanyak, yang sama yaitu pada hari ke 10 sedangkan ekstrak adas, puncak angiogenesisnya terjadi pada hari ke 7. Setelah mengalami fase puncak tersebut, jumlah pembuluh darah menurun karena proses angiogenesis berhenti setelah jumlah pembuluh darah baru yang diperlukan sudah adekuat sedangkan pembuluh darah baru yang tidak diperlukan lagi akan hilang dengan apoptosis (Romo, 2005). Pada masa ini, angiogenesis memasuki tahap maturasi sel endotel yang mengakibatkan penghambatan pertumbuhan dan penataan menjadi pembuluh darah kapiler (Kumar, et al, 2007). Setelah terjadi proses perbaikan yang ekstensif, banyak simpai kapiler orisinil lenyap lewat penyusutan pembuluh-pembuluh darah yang berlebihan (Spector, 1993).

KESIMPULAN

  1. Angiogenesis merupakan proses penting dalam penyembuhan luka karena berperan dalam penyediaan nutrisi dan oksigen bagi sel-sel yang sedang bertumbuh.
  2. Aplikasi topikal ekstrak adas dan pegagan dapat mempercepat proses penyembuhan luka melalui kemampuannya dalam mempercepat proses angiogenesis.

6 responses

    • jadi gini mbak, itu penelitian kakak tingkat saya..naah preparatnya diawetkan dan disimpan oleh laboratorium biologi mulut di kampus saya..trus saya ini salah satu praktikan yg ambil matkul tersebut..naah..jadi..
      hehe..intinya preparat ini digunakan sebagai salah satu media dalam silabus mata kuliah biologi mulut di kampus saya mbak..jadi bukan asli hasil penelitian saya..boleh saja sih kalau mau dijadikan referensi..tapi sebaiknya mbak nyari penelitian aslinya..ada kok di kampus saya..soalnya penelitian itu dijadikan skripsi oleh kakak tingkat saya..
      demikian..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s