MENGUKUR VOLUME CAIRAN KREVIKULER GINGIVA DENGAN METODE INTRASULKULER

ABSTRACT

Gingival fluid (crevicular fluid) is blood plasma transudate which found in gingival sulcus due to the leaky plasma from blood capilary at free gingival (Harty & Ogston, 1995). Increase in volume of gingival fluid indicated gingival diseases (Roth dan Calmes, 1981). The aims of this study were to make the students understand the procedure of taking and measuring the volume of gingival fluid by using intrasulcular procedure. The oral cavity were isolated by cotton roll and dried by cotton. Then put a tissue paper to the sulcus. Three minutes after, the tissue paper were taken and gave a drop of ninhydrin 2% liquid over it. The change of color of tissue paper were measured with sliding caliper and the data were analized. All of tissue paper weren’t gave any change color. It can be the result of healty gingiva, unstimulated gingival fluid, and uncorrect applying of tissue paper.

Kata Kunci : cairan gingiva, sulcus gingiva, intrasulkuler

PENDAHULUAN

Gingival fluid (crevicular fluid) adalah transudat plasma darah yang ditemukan di sulkus gingiva akibat kebocoran plasma dari kapiler-kapiler darah di gingiva bebas (Harty & Ogston, 1995). Selain IgG, IgA dan IgM, beberapa komponen komplemen C3, C4, C5 dan proaktivator C3 telah ditemukan dalam cairan sulkus gingiva. IgG dalam cairan krevikuler berisi antibodi spesifik terhadap sejumlah jasad renik oral (misalnya S. mutans dan B. gingivalis). Terdapat sejumlah komponen lainnya dalam cairan krevikuler, termasuk albumin, transferin, haptoglobin, glikoprotein dan lipoprotein yang fungsinya belum diketahui (Lehner, 1995). Sumber lain menjelaskan bahwa dalam cairan gingiva juga terdapat asam amino, protein plasma seperti α1, α2, β dan  γ globulin, elektrolit, sistem fibrinolitik, dan material sel (Humprey and Williamson, 2001).

Fungsi cairan krevikuler gingiva menurut Manson dan Eley (1933) adalah sebagai berikut:

  1. mencuci daerah leher gingiva, mengeluarkan sel-sel epitelial yang terlepas, leukosit, bakteri, dan kotoran lainnya
  2. protein plasma dapat mempengaruhi perlekatan epitelial ke gigi
  3. mengandung agen antimikrobial misalnya lisosim
  4. Membawa leukosit PMN dan makrofag yang dapat membunuh bakteri. Juga menghantarkan IgG, IgA, IgM dan faktor-faktor lain dari sistem imun
  5. Jumlah cairan gingiva dapat diukur dan digunakan sebagai indeks dari inflamasi gingiva

Pada gingiva normal, dimana vasa mikrosirkular menghalangi derajat normal permeabilitasnya, jumlah cairan yang memasuki sulkus gingiva adalah minimal. Peningkatan jumlah cairan gingiva dapat dipertimbangkan sebagai tanda-tanda adanya penyakit gingiva. Di sini cairan gingiva merupakan merupakan eksudat inflamasi (Roth dan Calmes, 1981). Namun cairan gingiva juga dapat dirangsang dengan cara: memasang sepotong kertas filter di dalam leher gingiva, mastikasi, dan penyikatan gigi (Moreira et al, 2009). Faktor lain yang mempengaruhi jumlah cairan gingiva yaitu stimulasi mekanik dan pemijatan gingiva, ritmik jantung, perubahan hormonal dan enzim (Macphee and Cowley,  1975).

Tabel perbedaan saliva dan cairan krevikuler gingiva dalam segi komposisi dan fungsi.

Saliva Cairan krevikuler gingiva
Komponen Ig major IgA sekretori Ig G, IgM, IgA
Fungsi Hembatan perlekatan jasad renik Opsonisasi oleh Ig dan C3b

Fagositosis dan mematikan

Lisis bergantung kepada komplemen

Hambatan perlekatan jasad renik1

(Lehner, 1995)

Dalam praktikum digunakan cairan ninhidrin untuk menilai adanya cairan gingiva. Ninhidrin merupakan oksidator yang menyebabkan dekarboksilasi oksidatif dari asam amino yang menghasilkan CO2, NH3, dan aldehid yang rantainya lebih pendek 1 C dari asam amino asalnya. Ninhidrin yang tereduksi akan bereaksi dengan NH3 sehingga membentuk senyawa kompleks berwarna biru dengan absorpsi warna maksimum pada panjang gelombang 570 nm. Pewarnaan dengan ninhidrin bertujuan untuk menunjukkan adanya asam amino (Anonim, 2008).

Praktikum ini dilaksanakan dengan tujuan agar mahasiswa mampu melakukan prosedur pengambilan dan pengukuran volume cairan krevikuler gingiva menggunakan prosedur intrasulkuler.

BAHAN DAN CARA

Praktikum ini menggunakan teknik intrasulkuler untuk mengukur volume cairan gingiva dan membutuhkan alat serta bahan seperti mikroskop, kertas saring ukuran 10 mm x 2 mm, larutan ninhidrin 2%, alkohol 70%, plastik kecil, sliding caliper, kapas dan cotton roll. Untuk mengambil cairan gingiva dilakukan dengan cara mengisolasi rongga mulut dengan cotton roll dan mengeringkan gingiva dengan kapas. Kertas saring yang sudah dipotong sesuai ukuran disisipkan ke dalam sulkus gingiva pada gigi anterior rahang atas (21 ׀12) sampai dirasa menyentuh dasar sulkus. Setelah dibiarkan selama 3 menit, kertas saring diambil dan ditetesi dengan larutan ninhidrin 2%. Setelah terlihat perubahan warna (menjadi biri keunguan), panjang warna diukur dengan sliding caliper. Data yang didapat diinterpretasikan.

HASIL PENGAMATAN

Tabel 1. Rata-rata hasil percobaan

No Probandus Volume (mm3) Rata-rata
2׀ 1 ׀ ׀1 ׀2
1 Mega 0 0 0 0 0
2 Yosaphat 0 0 0 0 0
3 Pandu 0 0 0 0 0
4 Ratna 0 0 0 0 0
5 Belinda 0 0 0 0 0
6 Nirwana 0 0 0 0 0
Total 0 0 0 0 0

Keterangan: tidak terjadi perubahan warna pada kertas saring

PEMBAHASAN

Hasil percobaan tidak menunjukkan perubahan warna pada semua kertas saring. Adanya perubahan warna menunjukkan adanya asam amino yang berarti didapatkan cairan sulkus gingiva  pada kertas saring (Anonim, 2008; Humprey and Williamson, 2001). Ketiadaan perubahan warna pada kertas saring probandus dapat mengindikasikan beberapa hal yaitu

  1. Gingiva probandus sehat karena pada gingiva normal, dimana vasa mikrosirkular menghalangi derajat normal permeabilitasnya, jumlah cairan yang memasuki sulkus gingiva adalah minimal. Karena peningkatan jumlah cairan gingiva dapat dipertimbangkan sebagai tanda-tanda adanya penyakit gingiva (Roth dan Calmes, 1981).
  2. Cairan gingiva tidak terangsang untuk keluar. Cairan gingiva dapat dirangsang dengan cara: memasang sepotong kertas filter di dalam leher gingiva, mastikasi, dan penyikatan gigi (Moreira et al, 2009).
  3. Walaupun ke dalam sulkus disisipkan kertas saring yang seharusnya dapat merangsang keluarnya cairan sulkus (Moreira et al, 2009), namun bisa jadi pemasangan yang kurang teliti oleh praktikan atau pemasangan yang salah, misalnya kertas saring tidak betul-betul masuk ke dalam sulkus, dapat menjadi faktor lain mengapa tidak didapatkan perubahan warna pada kertas saring.

KESIMPULAN

Warna kertas saring tidak berubah dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu gingiva probandus sehat, tidak terangsangnya cairan gingiva serta kemungkinan pemasangan kertas yang salah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s