#love : kali ini kusadari…

nggak heran ada beberapa orang di luar sana yang mengharamkan musik dan lagu. karena sungguh, hiburan macam ini kadang dapat membolak-balikkan perasaan, kadang juga sarat akan syair penghambaan terhadap cinta dan kekasih manusia, membuat kita kafir tanpa kita sadari.

tapi gw nggak lagi akan membahas itu, bukan bidang keahlian gw dan ilmu gw belum nyampe situ. saat gw nulis curhatan (yg skrg gw salin di wordpress) ini, gw lagi duduk di teras hokben, habis sedikit trenyuh dan menitikkan air mata dengerin lagunya afgan yang “Bukan Cinta Biasa” ga tau de. padahal sebelumnya gk pernah gini2 amat dengerin tu lagu. pas itu aja, pas afgan mulai mendendangkan bait pertamanya, kepala gw kyk ditimpuk kesadaran.

kali ini kusadari, aku telah jatuh cinta

dari hatiku terdalam, sungguh

aku cinta padamu

kesadaran bahwa sepertinya gw emang jatuh cinta. perasaan inilah yang gw pendam selama ini. gw cuma bisa merintih:

Ya Allah, aku sungguh mencintai pemuda itu, mas ikhwanku..

rasanya benar apa yang udah gw tulis di kompasiana terulang lagi. apakah ini artinya gw sedang labil? galau?

dear mas ikhwan,

seandainya engkau tau (meski kupikir sepertinya kau sudah tau) bahwa aku jatuh cinta padamu., sungguh cinta yang berat aku lalui. tidak hanya hadirmu mempesonaku, kekuranganmu dan kelebihanmu membuatku ingin melengkapimu.

mas ikhwan, berat bagiku menyimpan cinta ini. ya berat! aku seseorang yang sangat eksplosif. hahaha.. entahlah, meski kadang aku juga berpikir mengapa aku merasa berat? diungkapkan ataupun tidak juga toh sama saja. aku paham prinsipnya, cintaku ini belum saatnya. belum saatnya bertemu, belum saatnya menyatu. walaupun aku juga takkan tau bagaimana takdirnya nanti, akan menyatu atau tidak. jadi mungkin menyimpannya dalam hati adalah hal terbaik yang bisa kulakukan, meskipun aku tak menyimpannya rapat-rapat.

tapi benar sungguh aku ingin memilikimu, aku ingin kau memilihku, aku ingin engkaulah yang menyempurnakan agamaku. kau. itu artinya aku menandaimu. aahh..

mengapa begtu sulit mencintaimu? tidak, bukan mencintaimu yang sulit, yang sulit adalah menjadi seseorang yang bisa menjadi pilihanmu.

aku tau kau begitu menginginkan wanita yang shalihah, yang kelak akan menjadi cahaya dalam rumahmu. yang bisa kau ajak berdendang melagukan ayat-ayat cinta Kekasih kita. sedangkan aku? hanya perempuan biasa dengan kemampuan pemahaman agama yang begitu-begitu saja. taukah kau aku selalu berusaha untuk berlari mengejarmu? agar bisa sepadan denganmu? namun berulangkali aku jatuh pada lembah keimananku. menjadi shalihah juga cita-citaku. namun sungguh jalannya sulit kudaki, keistiqamahan itu bahkan belum bisa terpenuhi. sakit hatiku, patah hati karena diri sendiri. masya Allah, aku bukan hanya patah hati padamu, tapi juga pada cintaku terhadapNya. setiap kali merasa menyerah dan terpuruk. aku ingin menjadi shalihah. tapi itu bukanlah hasil, melainkan proses. dan sudah tercapaikah? selama ini nonsense! bagaimanalah bisa? aku sering tertinggal subuh, di hari lain kadang melewatkan dzuhur, lupa mengerjakan ashar, melalaikan magrib, melupakan isya. astaghfirullah..

bagaimanalah mungkin engkau akan memilihku?aku tau engkau ingin yang sempurna untuk hidupmu. dan aku tak bisa untuk sekedar menjadi hampir sempurna. aku terpuruk. berlumur dosa. tenggelam. bagaimanalah? bagaimanalah?

mungkin aku harus memperbaiki niatku. bukan lagi menjadi shalihah untuk mendapatkanmu. tapi menjadi shalihah untuk diriku sendiri, untuk Kekasihku Allah SWT. dan suami yag shalih akan kudapatkan sebagai bonusnya.

tapi aku takkan menyangkal, hatiku telah memilihmu, hatiku padamu saja. aku tau ini akan menyakitiku.

sungguh jika saja kau tau,

Uhibbuka, ya akhi …Uhibukka fillah …

-belindch-

maafkan jika kau kusayangi, dan bila kumenanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s