#muslim : sepertinya sangat berat di luar negeri sana

gw dari kecil selalu menganggap bahwa Islam adalah agama dengan pengikut paling banyak di seluruh dunia hanya karena gw hidup dalam masyarakat muslim dimana-mana di negara ini. tentu saja itu hanyalah pikiran lugu seorang anak-anak yang bahkan belum baligh. gw menyadari pikiran gw ini salah ketika mulai belajar IPS dan seorang guru mengatakan bahwa Islam bukanlah agama yang paling banyak pengikutnya di dunia ini, hanya karena kita hidup di indonesia yang mayoritas masyarakat muslim terbanyak maka bukan berarti begitu pula di luar negeri.

lalu semua perilaku terorisme itu dan tuduhan-tuduhan terhadap kaum muslim, terlepas benar atau tidaknya tuduhan tersebut, awalnya gw gak menyangka itu berarti sesuatu. gw baru menyadarinya ketika gw mulai menonton film “my name is khan” dan menemukan beberapa karikatur muslim yg dibuat oleh remaja muslim di negara lain, bahwa semua hal ttg terorisme itu berarti banyak bagi saudara muslim di luar sana. diskriminasi. terlepas seberapa buruknyakah diskriminasi itu gw bener2 gak ada bayangan.

ah, selama ini gw pikir hidup sebagai muslim di luar sana akan sama seperti kehidupan gw disini. tapi lihatlah..ketika sodara2 muslimah gw di luar sana kesulitan memakai jilbab karena tindakan diskriminasi masyarakat sekitarnya, sodara muslimah gw di sini justru tidak terpikir sama sekali untuk memakainya. ah..itu bukan menunjukkan kualitas keimanan juga sih. namun betapa ironisnya. dan gw cukup bersyukur hidup di negara dimana gw bebas beribadah kepada Tuhan gw. mungkin karena gw disini mayoritas.

gw inget sebuah tweet dari temennya temen, dia sedang di india sekarang. dia mengeluhkan betapa tidak nyamannya sholat disana, betapa adzan disana tidak berirama, betapa dia merindukan nikmatnya kebebasan beribadah di Indonesia. gw jg kelar baca novel berjudul “does my head look big in this?” yang menceritakan tentang seorang remaja muslim keturunan palestina yang tinggal di australia dan memutuskan memakai jilbab. dia menceritakan betapa beratnya hidup dibawah tekanan moral seperti itu, dimana Islam sedang dicap sebagai agama teroris.

yah gw sering denger hal itu. aah..

apa bener sih jihad itu harus seperti itu? bukankah justru itu menghancurkan martabat islam? bukankah islam itu mengajarkan kedamaian? apakah mereka tidak memikirkan akibatnya bagi saudara mereka sesama muslim? apakah mereka beneran muslim?

pertanyaan seperti itu terus berputar dalam otak gw. diselingi berbagai prasangka. gw bahkan gak percaya bahwa yang melakukan semua itu adalah muslim.

ah entahlah, wallahualam.. entah drama besar apa yang sedang dimainkan di atas bumi Allah ini..

tapi yang jelas gw selalu terharu mendengar keteguhan saudara-saudara muslim di luar sana yang benar-benar berjuang hanya agar dapat memakai jilbab, hanya agar dapat sholat. gw salut dengan ketegaran mereka. nggak gentar menghadapi diskriminasi kejam dari masyarakat di sekitarnya. tetap memegang teguh syahadat. subhanallah.

sungguh Allah menyayangi mereka. semoga Allah melindungi mereka.

di samping itu gw iri. betapa gw di sini yang bebas sebebas-bebasnya buat beribadah justru sering lalai. memang benar ya, kenyamanan membuat seseorang lengah. nikmat membuat seseorang pongah. seperti kata ust. salim,

Di lautan nikmat, dua makhluk berpisah, yang satu tenggelam, yang lain menyelam, kau tahu apa bedanya?

di sini terlihat jelas bedanya, gw adalah salah satu yang tenggelam. nggak boleh begini! gw harus belajar berenang! harus! gw gak mau tenggelam! gw mau menyelam! gw mau berenang! gw mau jadi lebih baik lagi!

insya Allah..

amin.

PS: Ya Allah, saya ingin merasakan seperti apa yang mereka rasakan. ini tentang kode antara aku dan Kau. yang itu loh. hehehe…amin.

semarang, 27.02.11

-belindch-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s