Allah Maha Adil!!!

Lagi-lagi ini PR agama.

Kasus: dalam masyarakat, banyak yang mengeluh tentang keadilan Allah dengan alasan: mengapa dia kaya sedangkan saya miskin, mengapa dia cantik sedangkan saya tidak, mengapa anaknya sukses padahal dia korupsi sedangkan anak orang yang rajin ibadah justru hidupnya sengsara, dan sebagainya. Jelaskan agar orang yang mengeluh tersebut tetap percaya bahwa Allah maha adil!

Allah Maha Adil

Seringkali manusia selalu menilai sesuatu hanya dari apa yang tampak di permukaannya saja. Perasaan akan ketidakadilan Allah pun cenderung hanya didasarkan pada penilaian dangkal yang dipengaruhi ego semata. Manusia merasa hanya pantas menerima hal-hal baik seperti kekayaan, kesuksesan, kecantikan, dan lain-lain; maka ketika yang dia peroleh adalah sebaliknya, dia akan menganggap bahwa Allah tidak adil. Sebenarnya apakah batasan adil dan tidak adil? Bukankah itu hanyalah ukuran yang ditentukan oleh manusia? Jika kita mau merenung lagi, kekayaan, kecantikan, dan kesuksesan yang diterima oleh seseorang itu boleh jadi merupakan ujian dari Allah bagi hambaNya (QS. Asy Syuraa: 27).

Seseorang yang diberikan kekayaan apakah ia akan larut dalam kekayaannya dan menjadi orang yang serakah seperti Qarun (Al Qashash: 76), ataukah dia akan selalu ingat untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk berzakat. Maka jika dia termasuk golongan yang pertama, celakalah ia (QS. Fushshilat: 6-7). Jika ternyata kekayaan atau kesuksesan yang diraihnya ternyata bukan dari jalan yang halal, maka apakah itu masih terasa lebih baik daripada keadaan kita yang biasa-biasa saja namun selalu memegang teguh prinsip-prinsip agama? Sesungguhnya disinilah letak keadilan Allah.

Seseorang yang cantik/tampan, apakah itu lebih baik dari kita yang memiliki fisik biasa-biasa saja? Bagaimana takaran cantik/tampan? Bukankah itu juga ukuran yang sangat manusiawi? Orang-orang yang dianugerahi kecantikan/ketampanan fisik biasa jadi merupakan berkah baginya, namun sekaligus juga ujian. Jika dia menggunakan kecantikan dan ketampanannya dengan benar, dalam artian dia banyak bersyukur kepada Allah maka selamatlah dia. Namun bagaimana jika ternyata kecantikan/ketampanannya digunakan untuk melakukan maksiat? Berzina? Belum lagi jika dia tidak menutup auratnya dengan benar, terutama wanita, maka akan mengundang berbagai pikiran negatif dari orang-orang yang memandangnya. Jadilah ia penyebab dosa orang lain.

cantik kah saya?

Lalu apakah lantas Allah tidak adil pada orang-orang kaya, sukses, dan cantik/tampan tersebut? Tidak juga. Allah tetap adil, memberikan mereka pilihan untuk berbuat baik atau tidak. Allah telah menurunkan Alquran yang berisi peringatan dan kabar gembira. Allah menjanjikan bahwa setiap manusia akan dibalas kebaikan atau keburukannya, sebesar biji sawi sekalipun.

Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui (QS. Luqman: 16).

“ Barangsiapa berbuat amal shalih (baik) laki-laki atau perempuan padahal ia beriman, maka mereka akan masuk sorga dimana mereka diberi pemberian dengan tidak berhitung”. (QS al-Mu’min 40).

Lagipula kekayaan, kecantikan, kesuksesan itu semu semata, yg tak akan dibawa mati. Sesungguhnya dunia ini kan hanya main-main semata, kehidupan akhirat lebih kekal adanya (Al Mu’min: 39).

Mungkin kondisi inilah yang terbaik untuk kita karena Allah sayang kepada kita. Dia tidak menginginkan kita kufur terhadap nikmat dan mendzalimi diri kita sendiri dengan hal-hal yang tercela. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui yang terbaik untuk kita, Dia maha mengetahui apa yang tidak kita ketahui.

“……………. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.(QS. 2:216)

Lalu daripada mengeluh dan merasa bahwa Tuhan tidak sayang pada kita, bukankah lebih baik kita menjalani hidup sebaik-baiknya, beriman dan mengerjakan amal-amal saleh agar memperoleh balasan yang berlipat ganda dan syurga (Saba’: 37).

Wallahualam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s