Pulpitis Akut dengan Periodontitis Apikal

RCT

Kasus ini merupakan kasus yang paling sulit untuk di tangani karena biasanya terjadi pada gigi molar rahang bawah, dimana tidak terdapat kedalaman yang cukup untuk dilakukan anestesi. Perawatan kegawatdaruratan kasus ini memerlukan waktu yang cukup mengingat kondisi jaringan inflamasi yang harus dihilangkan berada di daerah apikal saluran akar.   Gigi dengan pulpitis akut disertai periodontitis akut akan menghasilkan perkusi positif pada pemeriksaan objektif. Rasa sakit pada gigi tersebut dapat bertambah dengan adanya rangsang panas dan berkurang dengan rangsang dingin. Pemeriksaan radiograf menunjukkan sedikit area radiolusen di daerah periapikal serta penebalan ruang ligamen periodontal. Pada gigi berakar banyak, penebalan ini dapat terjadi hanya pada satu akar saja (Weine,2004).

Terapi terbaik yang dapat diberikan pada kasus ini adalah pulpektomi secara menyeluruh pada gigi nonmolar, dan gigi molar jika waktu mencukupi. Jaringan yang terinflamasi pada pulpitis akut disertai periodontitis ini terdapat pada bagian apikal saluran akar. Jika perawatan yang dilakukan hanya pulpotomi, kemungkinan tidak akan menghilangkan rasa sakit pasien.  Seluruh jaringan pulpa di dalam saluran akar harus dibersihkan dan akses kavitas harus ditutup untuk mendapatkan hasil yang terbaik (Weine,2004).

Langkah pertama dengan memberikan anestesi lokal dalam dosis besar, sebagian besar gigi posterior membutuhkan paling tidak 2 ampul obat anestesi. Setelah terlihat tanda parestesi, lakukan preparasi kavitas. Pada beberapa kasus dengan pulpa terinflamasi parah, pasien akan tetap merasakan sakit saat preparasi walaupun tanda parestesi sudah terlihat sebelumnya. Dokter gigi harus menjelaskan kepada pasien bahwa keadaan tersebut diakibatkan oleh parahnya inflamasi pada pulpa sehingga menghambat efektivitas obat anestesi. Pasien diminta untuk menahan sakitnya beberapa saat sampai anestesi dapat dilakukan langsung pada jaringan yang terinflamasi. Efek pendinginan dari semprotan air juga dapat sedikit meredakan sakit. Saat kamar pulpa telah berhasil dibuka, anestesi dapat langsung diaplikasikan pada pulpa vital, dengan begitu biasanya rasa sakit akan hilang (Weine,2004).

Pulpektomi mudah dilakukan pada gigi nonmolar dengan waktu yang minimal, namun membutuhkan waktu yang lebih pada gigi molar. Kondisi tersebut boleh diatasi dengan hanya melakukan pulpotomi pada saluran akar terbesar misalnya saluran akar palatal molar rahang atas atau saluran akar distal molar rahang bawah. Prosedur ini biasanya berhasil menghilangkan rasa sakit pasien karena inflamasi memang lebih sering terjadi pada pulpa di saluran akar yang terbesar, walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa inflamasi terjadi justru pada pulpa di saluran akar terkecil. Pada kondisi tersebut pulpotomi tidak akan menghilangkan tapi justru akan memperparah rasa sakitnya. Kunjungan berikutnya harus segera dilakukan untuk membuang jaringan pulpa yang tersisa. Jika waktu yang tersedia cukup banyak, maka lebih baik dilakukan pulpektomi (Weine,2004).

referensi: Weine, F. S. 2004. Endodontic Therapy. Elsevier Mosby Inc.: St. Louis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s