pulpitis akut

pulpitis

pulpitis akut

Pulpitis akut merupakan kondisi inflamasi pulpa gigi yang terjadi dengan tiba-tiba atau dapat juga terjadi karena kondisi eksaserbasi dari inflamasi kronis (Rajendran, and Sivapathasundharam, 2009). Pulpitis disebabkan oleh karies gigi yang berpenetrasi melewati email dan dentin, kemudian mencapai pulpa. Selain itu, pulpitis akut juga bisa disebabkan oleh trauma, baik trauma mekanis ataupun termal (Kakehashi dkk., 1965; Rajendran, and Sivapathasundharam, 2009; Tarigan, 2002). Pulpitis akut dapat berlanjut menjadi pulpitis kronis (Cawson and Odell, 2008). Pulpitis akut memiliki tanda-tanda klinis berupa nyeri tajam atau berdenyut dan biasanya terjadi selama beberapa menit (10-15 menit). Asal nyeri susah dicari bahkan nyeri dapat menyebar jauh dari pusat kerusakan. Rasa nyeri dapat terjadi karena rangsang panas, dingin dan stimulus manis (Coulthard, 2003).

Pulpitis akut adalah kondisi gawat darurat karena rasa sakitnya yang teramat sangat. Gigi yang terkena pulpitis akut akan terasa nyeri tajam yang kontinu saat diberikan stimulus atau tidak. Pada kondisi seperti ini biasanya pasien akan merasa sangat kesakitan dan emosional (Rajendran, and Sivapathasundharam, 2009). Pasien biasanya tidak bisa menunjukkan gigi mana yang terasa sakit akibat sakitnya yang menyebar hampir keseluruh gigi tetangga dari gigi yang terkena pulpitis akut (Torabinejad and Walton, 2008). Menurut Rajendran dan Sivapathasundharam (2009), rasa sakit pulpitis akut biasanya berlangsung 10-15 menit atau lebih dan rasa sakitnya dapat bertambah-tambah sesuai dengan ambang toleransi sakit pasien. Pasien yang menderita pulpitis akut akan merasa tidak nyaman dan membutuhkan perawatan segera dari dokter gigi.

pulpitis acute

sakit gigi

Membuat pasien nyaman sesegera mungkin merupakan hal yang penting. Perawatan pasien dengan antibiotik dan analgesik tanpa membuat diagnosis yang benar dan efektif untuk mengobati penyebab rasa sakit sangat tidak dianjurkan. Bahkan dalam situasi darurat, di mana penyebab masalah tampak jelas, diagnosis yang akurat harus dibentuk sebelum perlakuan apapun dilakukan. Hal ini hanya dapat dicapai dengan anamnesis riwayat penyakit dan melakukan pemeriksaan klinis menyeluruh, diikuti dengan pemeriksaan radiografi yang tepat dan tes khusus. Jika dokter gigi tidak tahu persis apa yang menyebabkan rasa sakit pada akhir pemeriksaan awal, pengobatan aktif harus ditunda karena mungkin tidak benar dan berbahaya bagi pasien. Pasien harus diberi penjelasan dan analgesik dapat diberikan sampai terjadi perubahan gejala dan diagnosis menjadi jelas. Jika diagnosis sudah jelas, perawatan kegawatdaruratan endodontik yang dapat dilakukan diantaranya: menghilangkan penyebab rasa sakit, menyediakan drainase jika cairan terdapat eksudat, meresepkan analgesik jika diperlukan, menyesuaikan oklusi terdapat indikasi (Ford, 2004).

dentist

Pada umumnya, perawatan yang diberikan terhadap gigi pulpitis akut adalah pulpektomi vital dengan membuang seluruh jaringan pulpa apabila keadaan saluran akar memungkinkan untuk dilakukan preparasi saluran akar dan tersedia waktu yang mencukupi. Setelah pembuangan jaringan pulpa, gulungan kapas kecil yang berisi Ca(OH)2 yang merupakan obat pilihan dimasukkan ke dalam ruang pulpa sebelum kavitas ditutup dengan oksida seng eugenol. Tahap pekerjaan yang dilakukan dalam merawat pulpitis akut ini secara umum adalah: (1) pembuatan foto rontgen, (2) anestesi lokal, isolasi lapangan kerja, pembukaan atap pulpa, (3) ekstirpasi jaringan pulpa, (4) irigasi dengan larutan perhidrol 3%, aquadest, dan NaCl 2%, (5) penempatan Ca(OH)2 dalam gulungan kapas kecil pada ruang pulpa, (6) Tumpatan sementara minimal dengan semen seng fosfat. Setelah keadaan darurat mereda, dilakukan perawatan endodontik biasa. (Tarigan, 2002).

referensi:

Cawson, R.A., and Odell, E.W., 2008, Cawson’s Essentials of Oral Pathology and Oral Medicine, Churcill Livingstone Elsevier, UK.
Coulthard, P., 2003, Oral and Maxillofacial Surgery, Radiology, Pathology and Oral Medicine, Elsevier, UK
Ford, Pitt T.R., 2004, Harty’s Endodontics in Clinical Practice, Fifth Edition, Wright, Elsiviers, Philadelphia
Kakehashi, S., Stanley, H.R., and Fitzgerald, R.J., 1965, The Effects of Surgical Exposures of Dental Pulps Ingerm-Free and Conventional Laboratory Rats. Oral Surg Oral Med Oral Pathol, (20): 340-9
Rajendran, and Sivapathasundharam, 2009, Shafer’s Textbook of Oral Pathology, 6th edition, Elsevier, New Delhi
Tarigan, Rasinta, 2002, Perawatan Pulpa Gigi (Endodonti), Edisi Revisi, Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta
Torabinejad, M., and Walton, R.E., 2008, Endodontics: Principles and Practice, 4th edition, Elsevier Health Sciences, UK

kontributor: endah wahyu s., raysa yunda p., shoimah alfa m.

editor: belinda chandra hapsari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s