Kisah Cinta Nyonya Telur dan Tuan Sperma

Pernahkah kalian berpikir tentang bagaimana bentuk rupa kalian sebelum kalian ada? Bagaimana kalian terbentuk menjadi seorang manusia sempurna? Semua itu karena adanya pertemuan si Nyona telur dan Tuan Sperma dalam tuba valopi ibu kamu.

tuba falopi / fallopian tube

tuba falopi / fallopian tube

Sebelum cerita panjang lebar, kita kenalan dulu yuk sama pemeran utamanya yaitu Nyonya telur dan Tuan Sperma. Sel telur (panggil dia Nyonya telur) adalah sel reproduksi yang dihasilkan dari ovarium pada organisme berjenis kelamin betina. Sel sperma (panggil dia Tuan Sperma)  adalah sel dari sistem reproduksi laki-laki. Tuan sperma manusia adalah benih yang akan membuahi Nyonya telur, dia juga yang membawa sifat  jenis kelamin laki-laki atau perempuan.  Bagaimana mereka bertemu, seperti apa “kisah cinta mereka?” let’s cek it out.

Konsepsi: Dari Telur menjadi Embrio

Konsepsi atau fertilisasi terjadi saat Tuan Sperma menembus (membuahi) Nyonya telur yang sudah matang.

Tuan Sperma (biru) sedang membuahi Nyonya Telur (merah)

Ovulasi, bertemunya Nyonya telur dan Tuan Sperma

Setiap bulan, sebuah Nyonya Telur yang matang dilepaskan dari salah satu ovarium (inilah yang disebut ovulasi). Ovulasi terjadi sekitar 2 minggu setelah hari pertama haid terakhir.

ovulasi

Penantian Nyonya Telur dalam tuba falopi

Setelah sel telur dilepaskan dari ovarium, dia akan ‘berjalan’ di dalam tuba falopi dan akan terus berada di dalam tuba sampai sel-sel sperma datang, tapi sel sperma terkuatlah yang akan berhasil dan membuahi sel telur dalam proses fertilisasi.

Nyonya Telur lagi jadi rebutan para sperma

Perjalanan Melelahkan Tuan Sperma

Pada satu siklus ejakulasi, sperma yang dikeluarkan mencapai 40-150 juta. Sperma-sperma itu akan berenang menuju tuba falopi dengan membawa misi untuk membuahi Nyonya Telur. Perenang tercepat dapat mencapai Nyonya telur dalam waktu setengah-satu jam, sedangkan yang lain butuh waktu hingga beberapa hari. Tuan Sperma dapat hidup hingga 48-72 jam. Hanya sebagian kecil dari sperma-sperma itu yang dapat bertahan sampai begitu dekat dengan Nyonya Telur karena banyaknya pelindung dan rintangan alami yang ada di saluran reproduksi wanita.

salah satu sperma yang sedang berenang menuju Nyonya Telur

Fertilisasi: bertemunya Nyonya Telur dan Tuan Sperma

Proses fertilisasi membutuhkan waktu 24 jam. Saat satu Tuan Sperma telah menembus Nyonya Telur, maka permukaan Nyonya Telur akan berubah sehingga mencegah sperma lainnya menembus Nyonya Telur. Pada proses fertilisasi inilah terbentuk sifat-sifat genetik termasuk jenis kelamin bayi.

Tuan Sperma membuahi Nyonya Telur

Dimulainya pembelahan sel

Nyonya telur yang telah dibuahi oleh Tuan Sperma akan membelah dengan cepat dan tumbuh menjadi banyak sel. Sel-sel itu akan meninggalkan tuba falopi dan masuk ke dalam rahim 3-4 hari setelah fertilisasi. Kadang terjadi Nyonya Telur tidak dapat meninggalkan tuba falopi, kejadian ini disebut kehamilan tuba atau ektopik dan sangat membahayakan ibu.

sel-sel yang membelah

Penempelan

Setelah masuk ke dalam rahim, Nyonya Telur yang telah difertilisasi akan menempel pada dinding rahim atau disebut endometrium. Sel itu akan melanjutkan pembelahan diri.

Nyonya Telur menempel pada dinding rahim

Hormon Kehamilan

Tau kan kalau mengecek kehamilan biasanya dilakukan dengan tes urin/air seni ibu. Taukah mengapa? Karena dalam urin ibu hamil terdapat hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG). Hormon ini ditemukan di darah sekitar 1 minggu setelah kehamilan dan baru bisa dideteksi adanya kehamilan pada minggu ke 3 – 4 dimana tingkat hormon hCG meningkat.

tes kehamilan

Perkembangan Janin

Setelah penempelan, beberapa sel akan menjadi plasenta sendang yang lain akan menjadi embrio. Jantung akan mulai berdetak pada usia 5 minggu. Otak, sumsum tulang belakang, jantung, dan organ lainnya mulai terbentuk. Pada usia delapan minggu perkembangan janin, panjangnya telah mencapai satu inchi dan terus berkembang. Bentuk sempurnanya akan terselesaikan sekitar 40 minggu.

embryo

Begitulah kira-kira pembentukan kita. Indah bukan? Dan setelah menuliskan artikel ini saya sangat menyayangkan kepada calon-calon ibu yang dengan teganya mengaborsi janin-janin mereka. Jika mereka tau bahwa janin mereka telah berdetak jantungnya pada usia 5 minggu, akankah mereka urung aborsi???

sumber: WebMD

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).  Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. Al Mu’minun: 12-14)

One response

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s