mencintai yang lebih pantas dicintai

berikut ini adalah percakapan yang menurut saya adalah favorit saya sepanjang masa. percakapan ini berlangsung secara online di status facebook saya, antara saya dengan seorang sahabat saya, meidiawan cesarian syah…
@belindch : mencintai orang yang jauh saja bisa sampai sebegitunya, mengapa mencintai Dia yang lebih dekat dari pembuluh nadi di leher kita masih belum mampu sebegitunya? ;”( #introspeksidiri
@meidiawancs : Cinta pada manusia itu kecil, Bel…kadang mengecewakan..kalo mencintaiNya…ga pernah merasa kecewa… Saya? saya masih belajar…aku yakin kamu juga🙂 *kesambet siang siang*
@belindch : beberapa kasus, seringnya, cinta pada manusia membutakan mereka, sehingga alih2 mencintai dengan sewajarnya mereka malah menjadikan kekasihnya sebagai Tuhan. “oh sayang aku tak bisa hidup tanpamu!” “oh sayang hidup dan matiku hanya untukmu”… sampai2 kalau putus jadi hilang semangat dan keinginan untuk #movingOn; ini menurut saya sudah masuk ke dalam hal2 yang membatalkan syahadat…saya mungkin pernah dalam kondisi seperti itu, tapi saya sadar, i was fool -.-” naudzubillahimindzalik..nggak lagi2 deh..IMHO loh
@meidiawancs : setuju Bel…makanya kita kudu belajar dari masa lalu…gak..gak..gak…mau lagi…ntar komenmu aku inget2 ah…pas kamu galau, langsung aku kasi baca lagi hahahaha :p
pelaku percakapan:

aku

meidiawancs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s