berbicara pada penyandang sunyi

siang ini saya senang mendapatkan pengalaman baru. trims buat ratna fitrianingrum, teman seperjuangan di FKG UGM, yang telah memberikan pengalaman luar biasa ini. dia meminta saya untuk menemaninya mengambil data untuk penelitian skripsinya di sekolah luar biasa khusus tunarungu karnnamanohara. di sana saya bertemu dengan puluhan anak, anak-anak manis, tampan dan cantik, penyandang sunyi.

duniaku sunyi,
senyap tanpa suara
alam raya berteriak tapi tak ku dengar
rasanya seperti meringkuk di pojok kamar
mencumbu malam yang mengungkung bumi
hingga hanya keheningan, sahabat setiaku
rasanya pedih, udara mengkhianatiku,
enggan mengantar sekelebat gelombang suarapun ke gendang telingaku
siput dalam rongga auricularis pun bungkam, tak jua bergetar
mereka bungkam
berkongsi membiarkanku dalam kesunyian
(penyandang sunyi – belindch, 2011)

saya menyukai dunia anak-anak. titik. menyukai cara mereka memandang sesuatu, menyukai cara berpikir mereka, bagaimana mereka berkomunikasi, bergerak, bermain, memutuskan segala sesuatu. mereka itu murni. itulah yang membuat saya menyukai mereka. dan anak-anak tunarungu ini, rupanya tak jauh beda dengan anak-anak terlahir dengan pendengaran sempurna. mereka bermain, berlari, berteriak kesana kemari. berebut wudhu ketika adzan terdengar, menangis saat terkena cipratan air wudhu kawannya, memandang takut pada saya dan ratna. tapi mereka sempurna. mereka hanya tidak bisa mendengar. tapi mereka sempurna.

saya hanya cukup berkata, ” tuliskan nama kamu ya” dan mereka menuliskan namanya di form yang kami bawa. sungguh menyenangkan,mereka tau apa yang saya bicarakan. menurut bapak pengajar di sana, mereka memang diajarkan untuk membaca gerak bibir. metode yang lebih efektif daripada bahasa isyarat untuk membuat mereka mengerti tentang dunia. saya juga senang si bapak tadi bercerita banyak tentang mereka.

i can’t wait for the next visiting. hari rabu nanti mungkin saya akan mengintil ratna lagi ke sana untuk mengambil data lagi. menjumpa lagi anak-anak cemerlang yang digenggam sunyi.😀

8 responses

  1. alhamdulillah….trimakasih dik mau menerima kenyataan dengan bertemu anak-anakku…di karnnamanohara. saya sendiri juga deaf kapan2 kita ketemu lagi ya..

    • hallo mbak..wah belum tau kapan lagi kesana. saya kemarin mengantar teman saya penelitian disana mbak. ada sekitar 2/3x bolak balik ke sana. tapi nggak ketemu mbak ya..huhuhu..😥
      mbak ngajar juga ya di sana? semangat ya mbak!!! saya salut sama mereka semua. semangat belajar tetap tinggi walaupun punya kekurangan..🙂

      • alhamdulillah…terima kasih dik. mbak selain ngajar juga ngajar les n sekolah lagi. mo nambah ilmu buat anak2ku… krn dah terlanjur jatuh cinta pd mereka yang lucu2…. moga2 qt bisa ktemu insya allah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s