lepas gigi palsu orang meninggal?

masih di perkuliahan yang sama, Agama Islam II, kami diberi skenario lagi untuk direnungkan dan dicari jawabannya. berikut ini adalah skenario tersebut:

Seseorang yang menggunakan gigi palsu emas suatu ketika meninggal dunia. Pihak keluarga memohon kepada anda untuk mencabut gigi palsunya sebelum dimandikan jenazahnya. Bagaimana tindakan anda  dan apa alasan-nya ?

setelah berijtihad, inilah jawaban saya:

Pada dasarnya, pemasangan gigi palsu menurut hukum asalnya boleh untuk pria dan wanita, hanya saja tidak diperbolehkan bila terbuat dari emas, baik untuk laki-laki atau perempuan (Fatawa wa Rosa’il Syaikh Muhammad bin Ibrohim 4/69). Memasang gigi emas tanpa ada kebutuhan yang mendesak tidak diperbolehkan, sebab keharaman emas itu berlaku pada kaum lelaki. Jika yang dilakukan orang tersebut adalah hanya untuk berhias maka seharusnya ia melepasnya, dan mengganti gigi tersebut dengan sesuatu yang mubah selain emas. (Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dalam Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, 10/42). Hal ini tentu dinilai juga dari tujuan pemasangan gigi palsu tersebut yaitu untuk menggantikan gigi yang telah rusak dan menggantikannya dengan gigi yang baru. Perawatan pemasangan gigi palsu ini  tidak termasuk mengubah ciptaan Allah bahkan mungkin justru sangat dibutuhkan untuk mendukung fungsi mastikasi (pengunyahan).

gigi tiruan implan

Untuk menanggapi masalah skenario, ada dua pendapat yang menjelaskan perihal tersebut. Pendapat pertama mengatakan bahwa gigi palsu itu tidak lagi perlu dibuka apabila meninggal karena hal seperti itu tidak pernah disebut dalam nas yang tsabit dari Rasulullah SAW. Pendapat kedua menyatakan bahwa ketika pemakai gigi palsu tersebut meninggal, bila gigi tersebut permanen, sehingga untuk mencopotnya harus dengan operasi, maka tak perlu mencopotnya demi menghormati jasad mayit. Kecuali bila gigi tersebut terbuat dari bahan yang bernilai (spt emas), sehingga akan mendorong orang untuk mencurinya. Kalau gigi tersebut tidak permanen lebih baik dicopot, karena itu tak ubahnya hiasan seperti cincin yang tidak ada gunanya untuk disertakan dengan mayit.

Lebih lanjut dijelaskan, jenazah boleh memakai sesuatu yang dibolehkan memakainya ketika ia masih hidup (Dalam Kitab Hasyiah Bajuri, jilid 1 halaman 248). Jika mayat itu memakai gigi palsu dari emas dan perak atau lainnya yang berharga, lebih utama dibuka jika sekiranya mudah dibuka karena membiarkannya terkubur bersama jenazah termasuk dalam mubadzir. Tetapi jika sukar, tidak perlu dibuka karena haram hukumnya menyakiti mayat (Majalah Mawaddah, 2008).

referensi:

Majalah Mawaddah, Edisi 10, Tahun 1, Rabiul Akhir–Jumadil Ula 1429 H (Mei 2008).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s