Aku dan Gudeg (edisi Gudeg Ceker Seturan)

saya bukan pecinta gudeg. walaupun dari dulu sering sarapan di warung gudeg sebelum berangkat sekolah, tapi saya tidak pernah mau menyentuh makanan berwarna coklat itu. menurut saya dari bentuk dan warnanya saja aneh! saya mulai mau makan setelah beberapa tahun berselang. mencoba mencicip dari piring papa. tau bahwa rasanya baik-baik saja, maka saya mulai berdamai dengan makanan tersebut.
sekarang justru saya harus tinggal di jogja, kota yang identik dengan gudeg. namun jujur, sejak tinggal di jogja saya hampir tak pernah makan gudeg. sampai beberapa waktu yang lalu.. #tsaaah
beberapa waktu yang lalu itu adalah minggu kemarin. saya dan beberapa teman KKN (Luh Novi Wijayanti, Ahmad Irfan Syahindra, Uswatun Budiatmi, dan Doddy Isfan Setiawan) merencanakan “pelarian diri” ke Solo. saya saat itu tak turut menyertai keberangkatan mereka dan menyusul menggunakan kereta pramex. didera kelaparan yang amat sangat maka saya mengiyakan ketika mereka bermaksud membungkuskan gudeg ceker untuk saya.
setelah bertemu dengan mereka, tanpa basa – basi saya langsung menyambar sebungkus gudeg ceker yang mereka bungkuskan. suapan pertama, suapan kedua, suapan ketiga, WOW!!! ” Eh gudegnya enak banget!!” seru saya sambil menyeruputi ceker ayam yang sangat “nglunyum”. sejak itulah saudara-saudara, saya jadi jatuh cinta pada gudeg ceker. sebenarnya karena cekernya sih. hahaha..
jauhnya jarak yang harus saya tempuh karena “ngidam” gudeg ceker ini membuat saya berinisiatif untuk googling gudeg ceker di jogja. dari sanalah saya temukan bahwa sebuah warung tenda gudeg ceker solo ada di seturan, depan halaman Budi Mulia. aaah.. setelah lama memendam hasrat malam ini ke sanalah saya. sampai di sana saya dibuat tercengang! warungnya besar. pengunjungnya banyak. aaaahh sempat khawatir harus menahan lapar karena antri. eh ternyata tidak! saya melihat menu dan mencari menu yang memang saya inginkan: Gudeg Ceker. saya memesan seporsi dan langsung dilayani. how surprisingly!!! tapi saya bingung ketika saya hanya diberi sepiring nasi, gudeg, dan sambel goreng. mana cekernyaaa??? eh ternyata penjualnya bilang cekernya akan diantar. ooow.. and you know what?? saya mendapat nomor urut antrian 13, my favorite number!! kyaaa..makin bersemangat makannya.. hahaha.. tak lama ceker saya datang, juga minuman yang saya pesan. saya langsung lahap menyantap gudegnya. hhmm.. enaaaaak ;9
seporsi gudeg ceker dihargai 8000, isinya sepiring nasi beserta gudeg dan sambal goreng krecek plus 4 buah ceker ayam. di sana juga tersedia berbagai jenis gorengan. tadi saya mencomot 2 potong tempe goreng. hahaha.. selesai makan, saya selesaikan pembayaran dan hanya habis 10500 untuk seporsi gudeg ceker, 2 gorengan, dan teh tawar hangat. kenyang sudah malam ini. oya, kebetulan saya tidak membawa kamera, jadi saya ambil foto yang ada dari google. ini dia penampilan gudeg ceker kita:

mmm.. looks so nyummy rite? jadi kawan jogja, ini bisa jadi salah satu alternatif kuliner kalau bosan dengan gudeg-gudeg yang biasa. hihihi..
oke pals, thanks for reading. jumpa lagi di postingan berikutnya😀

regards,
belindch

One response

  1. wow enak donk gudeg ceker…bikin ngiler he..he,, tp lebih enak lagi gudeg manggar…tuh bunga kelapa apalagi lebih mantap gudeg jamur…!!! gudeg gk hny dari gori (nangka muda) coba dik ci2pi gudeg manggar n gudeg jamur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s