aku dan nonopi

nonopi.

hmm.. apa bayangan kalian setelah aku menyebutkan nama itu (ya itu sebuah nama). mungkin kalian akan membayangkan seseorang atau binatang peliharaan. iya kan (sok tau tapi maksa. hehe)? mungkin kalian salah, tapi kalau kalian mengenalku maka kalian pasti sudah mengenal nonopi pula, atau bisa jadi belum. nah, mari aku perkenalkan kalian kepada sahabat kesayanganku, nonopi.

jangan kaget. nonopi adalah sebuah motor honda supra berwarna biru keluaran tahun 1998. aku mengenal nonopi ketika aku masih SMP. papa membawanya ke rumah sebagai tunggangan baru (walaupun waktu itu belinya bekas). nonopi mulai akrab denganku karena sering dipakai papa mengantarku pergi sekolah. dengan dia pulalah papa mengajariku menyetir sepeda motor. waktu itu bahkan dia belum bernama. hanya “supranya papah” itu sebutannya.

aku mulai bersahabat dengan nonopi (baca: mulai mengendarainya) saat aku kelas 1 SMA. sejak saat itulah dia menjadi tungganganku yang paling setia. dari awal aku menungganginya, aku tak pernah sekali pun jatuh. sepertinya aku dan dia memang sama-sama saling menjaga meskipun lebih banyak dia menjaga aku. hihihi..

dia adalah tunggangan super sabar. aku merasa dia seperti belahan jiwaku yang tidak bisa bicara. berlebihan? memang! hahaha.. kalian percaya atau tidak, aku sering sekali mengajak dia mengobrol. kalau aku senang aku akan bercerita kepadanya. kalau aku sedih aku akan mengadu kepadanya. kalau aku marah, dia juga yang mendengarkan amarahku. tak jarang pula aku menangis bersamanya. dia seperti mengerti aku. aah.. sudahlah. aku gila ya? hihihi..

sampai suatu saat aku pindah ke jogja. papa menawarkanku untuk membelikan sebuah motor yang baru. tapi membayangkan berpisah dengannya? tidak mungkin! maka aku menawarkan hal yang lebih menguntungkan (buatku), daripada uangnya untuk ganti motor, lebih baik buat belikan aku laptop! hahaha.. dan itu dikabulkan. aku tetap bersama nonopi dengan angan2 nanti biarlah nonopi yang menemaniku sampai aku lulus menadi dokter gigi. sekarang, empat tahun dari saat itu, saat menjadi dokter gigi tinggal sebentar lagi, rasanya sedih kalau mengingat pernyataan itu. masa iya aku harus berpisah dari nonopi? aku malah ingin mengajukan, biarlah nonopi yang menemaniku sampai dia sudah tidak bisa jalan lagi. hhh..

lalu pasti banyak yang bertanya: “kok bisa nonopi?”. well, sebenarnya nama awalnya adalah “Nono”. aku menyebutnya seperti itu sejak aku bergabung dengan paduan suara dan sering pemanasan dengan menyanyikan “no no no no no”. kemudian nama itu melekat begitu saja pada motor supra biru itu. lalu bagaimana kisahnya bisa menjadi “Nonopi”? itu karena saat KKN, di tempat KKNku ada seseorang yang bernama Nono, dia adalah anak dari ibu pondokan. nah, karena aku merasa tidak enak jika harus memanggi motorku dengan nono, lagipula untuk menghindarkan kesalahpahaman, lalu tiba2 muncullah akhiran -pi itu dibelakang nama nono. maka sejak saat itu motorku ini kupanggil dengan nonopi.orang-orang pun paham kalau aku menyebut nonopi berarti yang aku maksud adalah motorku itu.

nonopi ini keren sekali loh! walaupun aku jarang sekali membawanya servis (pardon moi!) tapi dia tak pernah mengeluh. dia bahkan masih kuat untuk menanjak ke Ketep, magelang, dengan membawa aku dan @widyaputri_ar . setelah itu aku pun sempat berdua saja dengannya pergi ke Solo. hihihi.

banyak suka duka yang telah aku lalui bersama nonopi. dari kejebak banjir, ban kempes malam-malam, kehabisan bensin di siang hari, nonopi mogok di jalanan sepi, dan banyak lagi. bersamanya pula aku telah “berkeliling negeri”, negeri ngayogyakarta. hahahay..

aku berharap persahabatanku dengan nonopi akan baik-baik saja. dan semoga jika sudah tiba waktunya berpisah nanti (entah karena apa) maka aku akan bisa melepasnya, atau dia bisa melepasku dengan ikhlas. huhuhuhu…

begitulah kisahku dengan nonopi. penasaran dengan rupanya? i’d like to please you meet my NONOPI:

si nonopi

 

nonopi tampak depan

 

3 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s