aku dan buah-buahan

aku sedang ngemil setangkai anggur merah saat teringat bahwa sudah lama aku ingin memposting tema ini setelah sebelumnya aku memposting tentang “aku dan sayuran”. berbeda dengan sayuran, minatku akan buah-buahan jauh lebih besar. aku hampir menyukai semua jenis buah-buahan dan selalu excited untuk mencoba buah-buahan baru. bandingkan jika anda menawarkan jenis sayuran baru kepadaku, sebelum selesai mendengar kalimat anda, aku sudah akan buru-buru menolak tawaran itu.

jangan tanyakan buah apa yang paling aku sukai, aku bisa menyebutkan seluruh isi toko buah untuk anda. bahkan yang tidak ada di toko buah pun aku suka. misalnya jamblang/duwet. taukah anda apa itu jamblang/duwet? ini dia buahnya:

ini adalah buah nostalgiaku waktu kecil. dulu aku pernah tinggal di Pemalang dengan mama. kebetulan di samping rumah kontrakan kami ada pohon duwet ini. setiap kali berbuah pasti aku dan teman-teman ribut sekali di pohon itu. tak peduli semut-semut kecil yang sibuk menggigit karena teritorialnya terganggu. hanya berkaos dalam dan celana dalam, aku dan teman-temanku sigap sekali memanjat dan memetik buah jamblang ini. hmm… sayangnya sekarang sulit sekali mendapatkan buah ini. aku sangat gembira saat ternyata di kampusku tumbuh pohon jamblang. tapi lagi-lagi sayang sekali, tahun ini pohon itu seperti lupa berbuah.

satu lagi buah yang menjadi kenangan lucu adalah buah jambu mete. dulu waktu kami tinggal di daerah karanganyar gunung, ada seorang tetangga yang punya warung rujak. salah satu buah yang dia sediakan adalah jambu mete. lengkap masih ada kacang metenya. nah, suatu saat aku dan teman-temanku meminta jambu mete itu kepadanya. kami pun diberi beberapa buah olehnya. sebenarnya tak ada satu pun dari kami yang doyan jambu mete. jangankan makan, mencium baunya saja kami sudah kelojotan! tujuan kami meminta semata-mata hanya untuk mengambil biji metenya dan membakarnya di tungku kemudian dimakan panas-panas. rencana kami sempurna! setelah mengambil metenya maka jambunya kami buang begitu saja. tak disangka tetangga kami tadi berjalan-jalan, mungkin hendak pergi ke rumah tetangga yang lain, dan celakanya dia menemukan sebungkus plastik berisi jambu mete yang kami buang tadi. sontak dia marah-marah, “kalau memang nggak suka makan buahnya, tadi kan bisa bilang minta metenya saja! bla bla blas !%*()*#!!#(&&$” kami yang saat itu sedang berada di dekatnya merasa sangat ketakutan dan memilih untuk bersembunyi. ketika tetangga itu sudah pergi, kami keluar dari tempat persembunyian, pergi ke rumah kawanku dan membakar biji metenya. kami makan biji mete itu dengan lahap. ;9

cerita tentang jambu mete ini ada kelanjutannya, sekarang, bertahun-tahun kemudian setelah kejadian itu, aku pun jadi menyukai buah jambu mete. semula gara-gara si atria yang gemar makan jambu mete, akhirnya aku pun jadi terpengaruh. dan ternyata bau jambu mete itu sebenarnya wangi sekali. pohon buah ini juga ada loh di kampusku. sayangnya, sepertinya kompakan dengan pohon jamblang, mereka sama-sama tidak berbuah tahun ini. ;”(

satu lagi buah yang punya sejarah konyol adalah sawo. dulu waktu masih di karanganyar gunung, setiap pulang sekolah aku selalu melewati rumah yang punya pohon sawo di depannya. saat itu pohon sawonya tengah berbuah. terbujuk rayuan kawan-kawanku, akhirnya kami sepakat untuk memetik (bukan mencuri, ini kasusnya ngambil dulu ngomongnya nanti-nanti, sampe kelupaan) buah sawo masing-masing satu. tapi ternyata buahnya masih mentah. salah satu kawanku, berdasarkan intuisinya mengusulkan agar buahnya di rendam dalam beras beberapa hari agar cepat matang. sampai di rumah, aku buru-buru merendam buah sawoku ke dalam beras di ricebox (cosmos). tau bagaimana akhirnya? buah itu terlupakan begitu saja sampai kemudian papa membersihkan ricebox dan menemukan buah sawo yang busuk.

kecintaanku pada buah-buahan ini mengalahkan cintaku pada makanan lain (selain tempe goreng dan coklat ya). namun cinta bukan berarti aku bisa suka semua. sampe sekarang aku tidak pernah mau menyentuh bengkoang, timun, dan tomat walaupun aku ragu apakah timun dan tomat ini bisa dikategorikan buah-buahan. aku juga sangat penasaran dengan buah kesemek, buah ini bersliweran di depanku tapi aku belum sempat mencobanya. yang aku mau makan tapi hanya satu buah saja tiap kali makan adalah buah kersem. aku juga penasaran dengan buah cempedak dan lobi-lobi.

mau tau kekuatanku makan buah? aku bisa saja menghabiskan sekilo kelengkeng, salak, anggur, dan buah2an kecil itu sendirian. cara makanku sama seperti memakan cemilan. sekali daging buahnya menyentuh lidahku, maka akan sulit dihentikan. kalau makan buah semacam pepaya, maka saya akan memotong seperempat bagian buah dan mengeruknya dengan sendok (baca kisahnya di sini ), begitu juga dengan melon.

pokoknya, aku suka sekali makan buah. apalagi kalau buahnya sudah terkupas, dicuci, tersedia di piring di dekatku. hahahaha.. pasti langsung lahab. ;9

ini cerita buahku, apa ceritamu?

2 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s