adventuring – semarang sehari

alhamdulillah..akhirnya kesampaian juga nginterin semarang seharian, walopun belum selese sih. ide ini udah ngendep di kepala saya sejak lama tapi baru terlaksana pagi tadi gara-gara terkonfrontasi dengan sebuah kisah di blog yang bercerita tentang pengalaman penulisnya backpacking keliling jawa. kebetulan dia mampir di semarang dan mengunjungi museum mandala bakti. saya jadi terprovokasi, akhirnya mandi dan meniatkan diri untuk keliling semarang.

perjalanan saya mulai dari atas, saya mengunjungi Pagoda Avalokitesvara di Vihara Buddhagaya. Vihara ini terletak di daerah Watugong. di sana saya sempat ragu untuk masuk, maklum saya agak gak nyaman masuk ke tempat peribadatan agama lain. tapi ternyata vihara ini memang bisa dimasuki oleh turis. untuk masuk ke vihara ini gak perlu bayar apapun. hanya uang parkir saja sebesar Rp 2000. murah kaaan?? dan ini dia pagodanya. (untuk melihat foto2 lainnya bisa klik di fotonya).

dari vihara ini, saya lanjut turun ke arah (aduh buta arah gue!!) ya pokoknya ke arah banyumanik lagi. di sana saya memampirkan diri ke MURI (Museum Rekor Indonesia). tadinya saya pikir museum ini tutup loh! karena pintu gerbangnya agak menutup. tapi saya beranikan diri (ya, gue emang pemalu dan penakut!) untuk bertanya kepada satpam. ternyata museumnya buka dan saya boleh berkunjung! asiiik!!! saya lantas memarkirkan motor di depan gedungnya dan memasuki gedung dengan pongah. museumnya berada di lantai dua. and you know what?? gak perlu bayar buat masuk museum ini!!! museum ini selain menyimpan dokumentasi rekor-rekor aneh di Indonesia, juga terdapat beberapa benda yang mendapat rekor itu sendiri seperti buku tertebal, patung terkecil, dll. museum ini juga merupakan museum dari perusahaan Jamu Jago yang merupakan perusahaan milik moyangnya Jaya Suprana. (untuk lihat foto lainnya klik foto di bawah ini). jauh berbeda dengan perkiraan saya sebelumnya, mengingat saya yakin ada rekor manusia dengan rambut terpanjang, maka saya pikir di museum ini akan menyimpan manusia itu. #plaak (ditampar pemilik rekornya). anyway, museum ini nggak ada petugasnya, jadi Anda bebas mau ngapain aja dan tak kan ada orang yang susah – susah membuntuti anda untuk menjawab semua pertanyaan anda. anda harus mandiri!

dari MURI perjalanan saya lanjutkan ke bawah. ngg..perjalanan di pause dulu karena saya lapar. saya melipir ke Tembalang dan memesan ayam goreng di warung favorit saya, Bebek Gendut!! hihihi.. setelah kenyang makan saya lanjutkan perjalanan ke Kota Lama. di sana saya mempunyai misi menemukan lokasi syuting Ayat-Ayat Cinta dan masuk ke Gereja Blenduk. setelah berpusing-pusing akhirnya saya tak jua menemukan lokasi syuting tersebut. saya pun ngadem di Taman Srigunting yang dulunya merupakan Parade Plein (tempat latihan baris berbaris di jaman Belanda). setelah otak agak mendingin, saya lantas berjalan-jalan di sekitar situ dan mengambil foto gedung Marba serta Gereja Blenduk dari luar. di pojokan Gereja saya menemukan pak satpam penjaga gereja tersebut dan bertanya apakah saya boleh masuk dan ternyata diperbolehkan. saya pun masuk dengan ‘membayar’ sumbangan sebesar Rp 10.000 untuk gereja (Astaghfirullah.. Ya Allah maafkan saya, ini hanya karena saya penasaran dengan alat musik organ, bukan bermaksud menduakanMu..maaf, maaf). saya masuk ditemani pak satpam, tapi sampai di pintu, pak satpam menutup pintunya di belakang saya. #blaam langsung gemeteran saya. ini pertama kalinya saya masuk gereja dan saya merasa nggak enak ati. duh! tapi setelah di dalam saya terpesona. berhubung saya nggak pernah tau tatanan gereja masa kini, saya hanya bisa mengira-ira bahwa Gereja ini sepertinya masih mempertahankan bentuk aslinya. bangku-bangkunya persis seperti di film-film jaman dulu. ada juga organ yang menggantung di atas, organ itu berasal dari abad ke 18 karya P Farwangler dan Hummer. menarik! tapi sayangnya, kata bapak penjaga gerejanya, organ itu udah nggak bisa dimainin lagi. yaaah..sayang sekali! oya, buat yang nggak tau organ, ini semacam piano tapi alat musik tiup, duh gimana ngejelasinnya? jadi kalo piano itu kan pake string/senar, nah kalo organ itu pake pipa udara gitu cara bunyinya, mungkin cara mainnya sama sih kayak piano. cuma suaranya lebih megah. CMIIW. (klik fotonya untuk melihat foto yang lain).

oya, akhirnya saya menemukan lokasi syuting Ayat-Ayat Cinta di daerah yang agak menyelempit. daerah itu rupanya jadi daerah pasar jual beli ayam petarung. saya agak ngeri mau take photos. takut digebukin karena dikira mata-mata polisi/ulama. hehehe..

Setelah dari Kawasan Kota Lama, saya pun memutuskan untuk menjelajah Kawasan Pecinan dengan tujuan mencari replika kapal Laksamana Cheng Ho. Saya perlu agak berputar-putar saat mencarinya karena SAYA LUPA di mana saya pernah melihatnya. haaaah.. #pengsan di bawah panas matahari yang mendidihkan otak saya (lagi) saya tetap berusaha mencarinya. saya menyusuri Kali Mberok (sepanjang itu namanya Kali Mberok kan?) yang bau sampah dan pesing. di ujung keputusasaan saya, terlihatlah sesosoh hitam yang bersandar manja di sebuah dermaga (anggap saja dermaga). itulah replika kapal Laksamana Cheng Ho. jauh dari ekspektasi saya sih. tapi cukup lah untuk mengobati rasa penasaran. ini dia replikanya.

nah dari perjalanan mencari replika kapal ini saya berencana melanjutkan perjalanan ke Museum Mandala Bakti yang adalah pencetus jalan-jalan saya seharian ini. namun apalah dikata ternyata museum tersebut tutup karena petugasnya cuti nyadran. hmm.. ini kan jadi semacam WOW yang MAKLHER (gak penting, abaikan!). tapi kata bapak tentara yang tadi saya temui, museum ini biasanya bisa dikunjungi sekitar pukul 12-14 karena alasan kedinasan. jadi museum ini digunakan untuk kegiatan kemiliteran juga rupanya.

jadi temans, perjalanan saya berakhir di sini. sebenernya banyak tempat yang masih ingin saya kunjungi seperti Candi Gedong Songo (dulu waktu SD pernah sih, tapi pengen lagi), Museum Kereta Ambarawa (tapi jauh nih), Museum Palagan Ambarawa (ini juga jauh), Rawa Pening (ini juga jauh), Lawang Sewu (gak berani! sendirian soalnya), Museum Ronggowarsito (otakku udah kepanasan, jadi gak sempet kesana), Pantai Marina (apalagi ke pantai! panas euy), dan Pantai Baron. beberapa tempat lainnya yang sudah saya kunjungi tapi belum sempat saya posting adalah Klenteng Sam Poo Kong dan Masjid Agung Jawa Tengah. oya, anyway Semarang juga punya kebun binatang di daerah Mangkang. sayang kondisinya agak memprihatinkan karena udara di sana panas sekali. kasihan para binatangnya. lain kali kalau ada waktu lagi Insya Allah saya akan berbagi cerita dengan kalian. info tentang pariwisata lainnya di kota Semarang bisa dilihat di sini. trims ya sudah mampir..šŸ™‚

2 responses

  1. dari semuayg kamu tulis yg aku belum mampir cuma watu gong bel. MURI tuh asyik, museum bersih dan paling terang yang pernah aku kunjungi. Kota lama kamu muter2 gak? Marabunta? Marba? Bekas percetakan?

    EH kamu udah nyampe replika kapal kenapa gak ke tay kak sie sekalian? aku naik ke kapalnya lhošŸ˜›

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s