#diaryCoAss – Selalu Mengalah

inget lagunya Seventeen – Selalu Mengalah? tau kan? yang liriknya ” Mengapa Slalu Aku yang Mengalah?” yip! lagu ini saya nobatkan sebagai lagu galau Co Ass yg akan jadi soundtrack hidup saya setahun ke depan (semoga setahun aja..aamiiin).

yap.. jadi Co Ass itu harus selalu mengalah. mengalah sama dosen, mengalah sama pasien, mengalah sama keadaan. perasaan ini sering diombang-ambingkan. gak pasti. gak jelas.

makanya kuncinya itu harus sabar. semua pasti ada aja ujiannya. tinggal tarik napas, lepaskan, senyum dan berdoa semoga semua akan baik-baik aja.

misalnya nih kayak kasusku. kemarin aku bawa pasien anak. dia diindikasi cabut dengan anestesi infiltrasi. udah aku bawa jauh-jauh, eh dianya gak mau dicabut hari itu tapi maunya besoknya (hari ini – red). trus tadi pagi aku minta ijin ke gurunya buat bawa dia setelah istirahat kedua (jam 11). pikirku biar waktunya panjang jadi bisa dikerjainnya lebih leluasa. sampai di kampus denger berita kalau jam 10an bagian KGA ada seminar hasil, dan setengah 1 akan ada acara syawalan. aaaaarrrggghhh… #patahhati #pengsan. tapi aku percaya pasti ada jalan. dan ternyata alhamdulillah semua keburu. pasienku bisa didatangkan, dia mau dicabut giginya dan dosenku ternyata berkenan bolak-balik buat meriksa hasil kerjaan. ooh God. thanks!!! 🙂

bawa pasien anak memang susah-susah repot. gampangnya dikit. hahaha.. karena anak itu kompleks. perasaannya, pikirannya, ketakutannya. kalau salah bicara, dia akan membelot. dan sekalinya bilang gak mau, maka bakalan susah ngebujuknya. the power of nyepik untuk anak-anak itu beda banget sama buat dewasa. kita harus ngerubah mindset, jangan lagi berpikir sebagai pribadi yang “dewasa”, tapi berpikir sebagai anak-anak. susah? iya! soalnya kita udah lama gak jadi anak-anak. apalagi aku, anak tunggal, udah lama gak bergaul dengan anak-anak. bukan cuma mindset, cara ngomong pun harus berubah. hahahaha…

whatsoever deh. aku mulai mengurangi tekanan dalam diriku pribadi. capek juga dikejar-kejar rasanya. pokoknya jangan sampai stress. yang penting mengalir, tapi tetep kerja. iya kan? iya dong? hihihi..

oke deh.. sampai jumpa di “diaryCoAss“ lainnya.. 😉

 

bracket oh bracket

duluuuu banget aku pernah bertekad nggak akan ikutan tren dengan memasang bracket/behel di gigiku. tapi tepatnya hari sabtu kemarin akhirnya aku menyerah dan membiarkan gigiku dipenjara dengan bracket. huhuhu… memang sih bukan sekedar tren, karena gigiku memang bermasalah. tapi rasanya aneh ya menjilat ludah sendiri.. iyuuugh.. 😛

mengapa memasang bracket pada akhirnya? jadi ceritanya begini, persendian rahangku atau bahasa medisnya TMJ (Temporo Mandibular Joint) mengalami clicking kronis dan berujung pada sakit yang sering muncul kalau over pemakaian. segala macam cara aku lakukan, terahir adalah dengan melakukan odontektomi/operasi pegambilan gigi bungsuku yang gak tumbuh. saat itu dokter yang menanganiku menyarankan kemungkinan aku memang harus di bracket karena gigi caninus (taring) rahang bawah dan rahang atasku edge to edge (bertemu pada tepi-tepinya). padahal hubungan gigi tersebut yang seharusnya adalah overlapping (gigi caninus atas berada di depan gigi caninus bawah). kebayang dong jadinya? ibaratnya kamu mau nutup pintu tapi ada yang ngeganjel, kan pintunya gak bisa nutup tuh, nah kalau dilakuan terus menerus maka engsel pintu (TMJ) itu bisa rusak. itulah yang aku takutkan. maka dengan sangat terpaksa aku pergi ke dokter gigi dan memasangkan bracket.

lalu, taukah kamu bagaimana rasanya pakai bracket? huhuhuhu.. sejak memasangnya sampai sekarang aku tak pernah berhenti mengaduh dan mengeluh. luar biasa sakitnya! bukan sakit yang membuat kita tersiksa, tapi sakit yang menyebalkan. buat yang pakai bracket pasti tau ya?

semalam, aku benar-benar kesal. jadi ceritanya, aku makan gudeg nih. trus kan banyak yang nyangkut tuh di bracket. akhirnya aku pakai teh hangatku untuk berkumur membersihkan sangkutan itu. dan tau gimana jadinya? habis itu gigiku nyeri semua. huhuhuhu… 😦

buat temen-temen yang nggak pake bracket dan kepingin pasang hanya buat gaya-gayaan, mending kalian mikir-mikir lagi deh. gigimu akan terasa senut-senut, memang hanya beberapa hari setelah pemasangan pertama, tapi ini sungguh menyebalkan. selain itu, kamu akan susah makan karena gigi rahang atas dan bawah kurang bisa ketemu. truuus, kalo makan pasti nyangkut-nyangkut. gak oke deh! jadi harus sering “bersih-bersih” bracket dengan lidahmu setelah makan. tau apa yang kupikirkan? sekarang aku jadi mirip ikan sapu-sapu. -_-”

lalu siapa yang bilang pake bracket bikin kurus? justru aku jadi cepet laper soalnya pas makan gak bisa “tuntas” huhuhu.. T_T

rasanya pengen nyopot bracket. ya.. saat ini senut-senut lagi.. T_T

lalu gimana tanggapan orang-orang di sekitarku? pastinya mereka kaget dan jadi norak banget. hahahaha… tapi kata seorang temenku aku jadi tambah cantik pake bracket ( eaaa.. kibas jilbab). tapi nggak deh, aku lebih suka senyum-tanpa-bracketku yang dulu. 😀

baiklah, jadi untuk beberapa waktu ke depan gigiku akan menjalani masa tahanan sampai semua giginya beres dan aku harus bisa menerima itu semua.

ini warna bracket yang aku pakai sekarang, hijau tosca

aaaaa.. pengen copot brackeeeet!!!!! (lari-lari panik keliling kosan).

dan sekarang aku sariawan :”(

salam 🙂

#diaryCoAss – Prestissimo dan rutinitas yang kurindukan

prestissimo dalam paduan suara adalah lagu yang dinyanyikan dalam tempo yang cepat. prestissimo dalam hidupku adalah masa yang sedang kujalani sekarang ini. semua terasa berjalan begitu cepat, dan aku (sedang) merasa kepayahan mengikutinya.

pernahkah (lagi-lagi bertanya itu), pernahkah kalian merasa ritme hidup kalian sungguh tak jelas? karena saat ini aku sedang mengalaminya. eeww.. mungkin siklus hidup yang penuh kepastian itu sudah berlalu ya. dulu jaman sekolah, sudah pasti berangkat pukul 7 dan pulang pukul 14. belajarnya pun sudah ditentukan, kapan matematika, kapan IPA, kapan bahasa. kuliah pun, meski banyak gak jelasnya, tapi masih penuh kepastian. kapan harus berangkat, kapan harus libur. dan masa-masa itu sudah berlalu.

co Ass. buatku adalah periode hidup yang sungguh sangat tak menentu. aku sendiri sangat kesulitan mengatur jadwal harian. semua dituntut serba cepat dan tepat! eewwwhh..buat para dokter maupun wartawan atau orang-orang yang hidupnya senantiasa penuh kejutan pasti mengerti apa yang kumaksud.

tampaknya aku juga harus segera membiasakan diri hidup penuh kejutan. karena sebagai seorang tenaga medis nantinya, hidupku pasti bakalan selalu penuh kejutan. pasien yang akan datang pasti memiliki berbagai persoalan, dalam kasusku, di dalam rongga mulutnya. aku harus bisa berpikir cepat dan tepat. karena pasien datang dengan segudang pertanyaan tentang masalahnya, dan pasti ingin segera mendapat jawaban dari aku (selaku dokternya). ingat, seorang pasien tak mungkin sama dengan pasien yang lain.

memang, hidup selalu penuh kejutan, tapi paling tidak, kalian yang memiliki rutinitas sama, kejutan adalah hal yang menyenangkan disela-sela kebosanan menjalani hidup yang monoton. tapi bagaimana jika kejutan itulah yang menjadi rutinitas itu sendiri? jadi kawan, bersyukurlah wahai kalian yang memiliki jadwal pasti. kapan kalian berangkat beraktivitas, apa saja aktivitas kalian, kapan kalian akan pulang. karena kalau jadi aku sekarang ini, aku benar-benar merindukan rutinitas monoton. meskipun aku cepat bosan dan sangat menyukai kejutan ataupun tantangan, kadang terlalu sering mendapat kejutan pun akan terasa membosankan.. 🙂

yah tapi pasti aku akan segera terbiasa, mau tak mau kan? karena ini hidup yang sudah kupilih dan mesti kujalani bertahun-tahun ke depan.  🙂

baca cerita lainnya di “diaryCoAss“