#diaryCoAss – my very first teeth extraction

norak ya? norak gak sih? ah tapi ini kan blog pribadi ya. jadi terserah aku kan mau nulis apaan? hahaha… ini adalah cerita tentang pengalaman pertamaku mencabut gigi tanggal 16 September 2011. gigi decidui, ato yang lebih dikenal dengan gigi susu!

namanya O. cewek kecil manis berusia 9/10 tahun, aku lupa. dia pasien cabut gigi pertamaku. dari awal waktu ditawari dia benar-benar bersemangat. tak ada sedikitpun keraguan atau ketakutan di matanya. oowh..aku langsung jatuh cinta pada pasien kecilku ini. gigi yang akan dicabut adalah sisa gigi V kiri atas, dimana gigi penggantinya (premolar 2) sudah tumbuh. jadi mesti hati-hati agar tidak merusak gigi tersebut. dengan bantuan evy, aku mulai melakukan anestesi lokal dengan metode infiltrasi. setelah mengoleskan topikal anestesi dan efeknya telah bekerja, aku mulai memasukkan jarum spuit ke daerah fornix (batas mucogingival), melakukan aspirasi untuk mengecek apakah jarum memasuki daerah pembuluh darah atau tidak, lalu melakukan deponir obat anestesi. selama aku melakukan ini, tampaknya si O sangat tidak terpengaruh. bahkan dia tidak merasa ketakutan saat melihat jarum. kemudian aku melakukan anestesi pada bagian palatal gigi untuk menidurkan saraf di sekitarnya.

dimulailah pencabutan. tahap pertama sisa mahkota gigi patah. errrr.. aku melakukan separasi lagi untuk mengambil akar gigi yang masih tersisa. sampai beberapa lama akhirnya tidak juga terambil. untung ada mbak Noni, she’s my savior! meminjamiku bend miliknya dan kugunakan untuk mengungkit sisa akar itu. klek, klek, klek, sisa akar terlepas sebagian, lalu dengan bantuan tang, aku cabut sisa akar itu. goool!!! keambil juga akhirnya. alhamdulillah.. tau nggak sih?? rasa leganya mungkin seperti melahirkan. emang sih aku belum pernah melahirkan, tapi aku sudah pernah melihat orang melahirkan. hahaha..

selama proses yang berlangsung agak lama ini, si O benar-benar kooperatif. dia diam senyum-senyum manis dan tidak ketakutan sama sekali. alhamdulillah.. aku ikut seneng. untuk keberhasilanku ini, aku berterima kasih kepada Allah, Icha (yang membantu men-screening O), Evy (yang membantu infiltrasi), dan mbak Noni (yang memberi penjelasan dan membantu kesulitan pengambilan sisa akarnya).

dari kasus ini, evaluasi separasi gigiku yang masih kurang, lalu belajar infiltrasi, belajar memakai bend, tambah pengetahuan tentang kehati-hatian yang sangat penting saat pengambilan gigi decidui dan gigi rahang atas.

demikianlah.. tunggu cerita-cerita selanjutnya dalam “diary CoAss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s