bracket oh bracket

duluuuu banget aku pernah bertekad nggak akan ikutan tren dengan memasang bracket/behel di gigiku. tapi tepatnya hari sabtu kemarin akhirnya aku menyerah dan membiarkan gigiku dipenjara dengan bracket. huhuhu… memang sih bukan sekedar tren, karena gigiku memang bermasalah. tapi rasanya aneh ya menjilat ludah sendiri.. iyuuugh..😛

mengapa memasang bracket pada akhirnya? jadi ceritanya begini, persendian rahangku atau bahasa medisnya TMJ (Temporo Mandibular Joint) mengalami clicking kronis dan berujung pada sakit yang sering muncul kalau over pemakaian. segala macam cara aku lakukan, terahir adalah dengan melakukan odontektomi/operasi pegambilan gigi bungsuku yang gak tumbuh. saat itu dokter yang menanganiku menyarankan kemungkinan aku memang harus di bracket karena gigi caninus (taring) rahang bawah dan rahang atasku edge to edge (bertemu pada tepi-tepinya). padahal hubungan gigi tersebut yang seharusnya adalah overlapping (gigi caninus atas berada di depan gigi caninus bawah). kebayang dong jadinya? ibaratnya kamu mau nutup pintu tapi ada yang ngeganjel, kan pintunya gak bisa nutup tuh, nah kalau dilakuan terus menerus maka engsel pintu (TMJ) itu bisa rusak. itulah yang aku takutkan. maka dengan sangat terpaksa aku pergi ke dokter gigi dan memasangkan bracket.

lalu, taukah kamu bagaimana rasanya pakai bracket? huhuhuhu.. sejak memasangnya sampai sekarang aku tak pernah berhenti mengaduh dan mengeluh. luar biasa sakitnya! bukan sakit yang membuat kita tersiksa, tapi sakit yang menyebalkan. buat yang pakai bracket pasti tau ya?

semalam, aku benar-benar kesal. jadi ceritanya, aku makan gudeg nih. trus kan banyak yang nyangkut tuh di bracket. akhirnya aku pakai teh hangatku untuk berkumur membersihkan sangkutan itu. dan tau gimana jadinya? habis itu gigiku nyeri semua. huhuhuhu…😦

buat temen-temen yang nggak pake bracket dan kepingin pasang hanya buat gaya-gayaan, mending kalian mikir-mikir lagi deh. gigimu akan terasa senut-senut, memang hanya beberapa hari setelah pemasangan pertama, tapi ini sungguh menyebalkan. selain itu, kamu akan susah makan karena gigi rahang atas dan bawah kurang bisa ketemu. truuus, kalo makan pasti nyangkut-nyangkut. gak oke deh! jadi harus sering “bersih-bersih” bracket dengan lidahmu setelah makan. tau apa yang kupikirkan? sekarang aku jadi mirip ikan sapu-sapu. -_-”

lalu siapa yang bilang pake bracket bikin kurus? justru aku jadi cepet laper soalnya pas makan gak bisa “tuntas” huhuhu.. T_T

rasanya pengen nyopot bracket. ya.. saat ini senut-senut lagi.. T_T

lalu gimana tanggapan orang-orang di sekitarku? pastinya mereka kaget dan jadi norak banget. hahahaha… tapi kata seorang temenku aku jadi tambah cantik pake bracket ( eaaa.. kibas jilbab). tapi nggak deh, aku lebih suka senyum-tanpa-bracketku yang dulu.😀

baiklah, jadi untuk beberapa waktu ke depan gigiku akan menjalani masa tahanan sampai semua giginya beres dan aku harus bisa menerima itu semua.

ini warna bracket yang aku pakai sekarang, hijau tosca

aaaaa.. pengen copot brackeeeet!!!!! (lari-lari panik keliling kosan).

dan sekarang aku sariawan :”(

salam🙂

4 responses

  1. aku dulu pake kawat gigi karena emang, ehm, butuh… kenyang deh diledekin monyong/bibir maju dsb pas SD- SMP.

    tp berdasar pengalamanku bertahun2 pake kawat gigi….aneh emg kalo ada orang yg pengen make kawat gigi dgn alasan : supaya keren dan gaul. justru senyum jadi kayak weird gitu gak sih, kalo di gigi ada kawatnya? blm lagi makanan nyelip. belom lagi maintenance-nya ribet. weh… belom lagi mahalnya. kalo pengen keren dan gaul, duitnya dipake beli gadget aja deh, hehehe😀

    salam kenal😉

    • eewww…pertama yakinkan dulu kalau kamu memang BUTUH memakai bracket…kalau gigimu berjejal dan nggak rapi tuh bisa mempengaruhi kesehatan gusi dan jaringan pendukung gigi looh..jadi kalau memang penting ya sebaiknya perawatan aja say,.
      gk perlu takut, kadang buat sehat emang butuh pengorbanan..aku sekarang udah nggak begitu ngerasain sakit lagi kok..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s