#fanfiction – little red riding hood (saving the girl)

Aku jatuh cinta pada mangsaku sendiri?

Aku menatap bayanganku yang terpantul pada panci yang digosok mengkilap. Moncong serigala. Aku menyeringai dan deretan gigiku yang tajam terlihat menyeramkan. Sial! Seharusnya aku adalah seekor serigala buas yang kelaparan! Aku sudah merencanakan semua ini sejak mendengar kedatangan si gadis berkerudung merah ini dari pintu masuk hutan. Aku bahkan berlari tanpa berhenti agar dapat sampai lebih dulu di rumah neneknya ini. Semua ini hanya agar aku dapat menyantapnya dan membuktikan kepada kelompokku bahwa aku adalah serigala hebat yang bisa memangsa dua orang manusia sekaligus dan pantas diangkat menjadi alfa, pemimpin dalam kelompok. Tapi segala hal tentang jatuh cinta ini telah melemahkanku! Sial! Sial! Sial!

“ Braaak..!!!” aku mendengar suara gaduh dari halaman belakang. Aku hampir saja melupakan gadis itu kalau saja, kalau saja dia tidak berteriak sekarang! Astaga! Aku lupa! Aku telah menyekap neneknya di gudang belakang. Dia pasti telah menemukannya sekarang! Dia pasti akan tau semuanya. Rencanaku! Ini saatnya lari!

Aku melepas semua dandanan wanita tua yang kupakai ini sambil setengah berlari ke pintu depan. Lalu aku mendengarnya. Suara lolongan. Tanpa melihatnya pun aku tau lolongan itu milik seekor serigala abu-abu setinggi setengah meter. Serigala yang menjadi sainganku dalam memperebutkan posisi alfa dalam kawanan kami. Sial! Aku harus menyelamatkannya. Gadisku. Cintaku.

Aku bergegas menuju halaman belakang. Kedatanganku mengagetkan serigala abu-abu itu. Dia menyeringai kepadaku.

“ Jadi, kau masih di sini? Aku pikir kau telah pergi ketakutan atau apa, karena kami menunggu lama sekali. Apa yang menghambatmu begitu lama saudaraku? Dan mengapa kedua manusia ini masih hidup?” serigala abu-abu itu menoleh kepadaku. Aku memandang gadisku dan neneknya yang menatap kami ketakutan.

“ Aku hanya, aku menunggu waktu yang tepat untuk, untuk, menyantap mereka.” Aku menelan ludahku, tenggorokanku seperti tertusuk jarum saat aku mengatakan kalimat itu. Kulihat mata gadisku melebar karena takut. Wajahnya pun dipenuhi pemahaman atas apa yang sedang terjadi. Bahwa aku telah menipunya agar dapat menyantapnya.

“ Waktu yang tepat? Apakah perutmu yang keroncongan itu bukan waktu yang tepat?”

“ Aku, aku belum begitu lapar hingga bisa menghabiskan dua orang sekaligus!”

“ Ah, ya! Kalau begitu biarlah salah satu dari mereka kubawa ke kawanan, kami kebetulan sedang kehilangan buruan!” dia memajukan langkah ke arah mereka berdua.

“ Tidak!”

“ Apa?”

“ Tidak! Kau tak boleh membawa mereka! Mereka adalah buruanku!”

“ Oho.. begitu ya! Baiklah. Tapi jika kau tak habis..”

“ Tidak! Aku akan menghabiskan keduanya sekaligus!”

“ Baik kawan! Tenang saja! Milikilah keduanya. Sementara itu kami akan berburu di sekitar sini dan menunggumu selesai dengan mereka. Lalu kita akan pulang bersama-sama.”

“ Begitu lebih baik!”

“ Aku pergi dulu kawan!” serigala itu melompati pagar dan berlari. Aku memastikan dia telah benar-benar tidak kelihatan baru kemudian berbicara kepada mereka berdua.

“ Baik, kalian sudah dengar semuanya tadi. Maafkan aku! Kalian tak perlu takut padaku. Yang harus kita lakukan sekarang adalah mencarikan kalian jalan keluar dari hutan ini. Sebaiknya kalian kembali ke desa tempat orangtua si jubah merah tinggal. Ayo masuk ke rumah agar lebih aman!” aku membalikkan badan dan berjalan masuk ke rumah. Tapi aku tidak merasakan bahwa mereka mengikutiku. Saat aku berbalik, kulihat mereka masih meringkuk di depan gudang.

“ Apa yang kalian lakukan? Ayo masuk! Kalian harus pergi dari tempat ini. Mereka pasti akan menyadari ada yang aneh dan kembali kemari untuk menghabisi kalian!”

“ Mengapa, mengapa kami harus mempercayaimu? Bahwa kau akan menolong kami, setelah semua kebohongan yang kau lakukan kepadaku?” Gadis berani! Aku tau dia pasti bisa lolos, tapi untuk itu dia harus kuyakinkan terlebih dulu.

“ Percayalah! Aku tak membohongi kalian kali ini. Aku ingin kalian selamat! Dan jalan satu-satunya agar kalian selamat adalah mendengarkanku. Ayo masuk!”

“ Mengapa kau ingin kami selamat? Bukankah kau lapar?” aku mengabaikan pertanyaannya itu dan berjalan masuk ke rumah. Aku lega saat kudengar langkah kaki mengikutiku. Aku membawa mereka ke ruang duduk. Saat aku berbalik, kulihat mereka berdiri jauh-jauh dariku dan sangat ketakutan. Tak heran, kini di hadapan mereka ada seekor serigala lapar yang sangat besar.

“ Dengar, kawananku bisa kembali sewaktu-waktu. Dan jika mereka menemukan kalian masih hidup maka mereka akan segera menyantap kalian. Jadi kalian harus bergegas pergi dari sini. Waktu kalian tak banyak!”

“ Tapi mereka kan sedang berburu!” nenek itu akhirnya membuka suara.

“ Kurasa tidak! Mereka sedang menungguku menghabisi kalian.” Efek kata-kataku ini membuat mereka mundur tiga langkah.

“ Tenanglah! Aku takkan memakan kalian. Tapi tidak dengan kawananku! Baiklah, jadi ini rencananya.” Aku menjelaskan rencananya. Mereka harus terus berjalan ke arah timur untuk melawan arah angin sehingga kawananku tidak dapat mencium bau mereka. Baru setelah itu mereka harus bisa pergi ke selatan hingga menemui jalan setapak menuju ke desa. Rute yang kusarankan ini memang sedikit memutar, tapi paling tidak itu akan memberi mereka cukup waktu untuk meloloskan diri. Esok pagi mereka akan sampai di desa dan kawananku akan mengira aku telah menghabisi mereka.

“ Kalian mengerti?”

“ Bagaimana jika mereka kembali kemari sebelum waktunya?”

“ Aku akan menahan mereka. Maka dari itu kalian harus bergegas! Berangkatlah sekarang!”

“ Apakah kami benar-benar bisa mempercayaimu?”

“ Percayalah! Aku hanya ingin kalian selamat!”

“ Mengapa?” gadis itu menatapku sungguh-sungguh. Kini dia berada begitu dekat denganku hingga aku khawatir dia dapat mendengar degup jantungku yang bertambah kencang. Aku tetap tak menjawab pertanyaannya.

“ Cepatlah pergi sekarang juga!”aku mendorong kaki gadis itu ke arah pintu. Dia menunduk dan mencium kepalaku.

“ Terima kasih serigala! Aku takkan melupakanmu!” Aku juga!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s