#FFdadakan – kain perca usang

“ Aku masih ingat pertama kali kamu bilang mau PDKT sama dia Ar!” kataku.

“ Oya?”

“ Ya! Kamu bilang dia cewek yang pertama kali kamu suka. Terus, nggak berapa lama kamu hilang begitu saja, sibuk dengan dia.”

“ I was in love with her beb!”

“ Hahaha…”

“ Jangan ketawa ah! I feel so dumb tauk!” aku masih tertawa meihat ekspresi cemberutnya yang lucu. Dia menyebalkan. Sungguh! Tapi kami menertawakan semuanya setelah itu. Sampai kemudian ada panggilan masuk ke handphonenya. Perasaanku mengatakan hal buruk akan terjadi. Benar!

“ Dita!” hatiku mencelos saat Arya menyebutkan nama itu. Arya berdiri menjauh, mengobrol dengan Dita. Tertawa-tawa.

Aku tak tau apakah aku atau Arya yang bodoh. Dita jelas-jelas meninggalkannya tanpa alasan dan Arya masih saja bersikap baik pada Dita. Biar berulang kali dia bilang sudah tak mencintai Dita, tapi matanya tak bisa membohongiku. Bodoh! Dan aku? Mungkin aku juga bodoh. Arya jelas-jelas masih saja memeluk erat bayangan masa lalunya dan aku tetap berharap bisa menjadi masa depannya?

Arya menyudahi teleponnya dan kembali duduk di depanku. Wajahnya berbinar.

“ Kamu bilang sudah tak mencintainya ha?”

“ Ya memang! Apa aku terlihat..”

“ Ya! Sangat! Kamu masih sangat mencintainya!” tak kubiarkan Arya menyelesaikan kalimatnya.

“ Hanya mengenang masa lalu beb!” dia tersenyum usil, mungkin mengira aku bercanda seperti biasa.

“ Sudah malam Ar! Aku pulang!” aku berdiri dari kursiku.

“ Beb?”

“ Nikmati dulu nostalgiamu Ar! Besok baru kau temui aku saat kamu patah hati lagi. Seperti biasa. Daah!”

Kutinggalkan Arya begitu saja. Aku tak peduli. Tapi aku tau dia pasti kembali lagi. Nanti, saat waktunya sepi. Baginya, aku hanya kain penambal baju yang usang, sementara dia adalah keseluruhan gaun rindu yang kukenakan. Suatu saat, aku tau suatu saat dia akan menyadari bahwa aku lebih berharga daripada kain perca usang!

 

*diikutkan dalam proyek @nulisbuku – #FFdadakan dengan tema: Terry – Harusnya Kau Pilih Aku

6 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s