dongeng papa – kancil mencuri timun

dikisahkan ada seekor kancil yang sangat cerdik namun juga nakal. kancil ini gemar sekali makan mentimun. suatu hari, saat si kancil pergi mencari makan, dia menemukan sebuah ladang mentimun yang sangat luas. kebetulan saat itu mentimunnya sedang berbuah. buahnya besar-besar dan sangat menggiurkan, membuat si kancil ingin memakannya. tapi ternyata si kancil terlalu takut untuk meminta kepada pak tani yang memiliki ladang tersebut karena dia terlihat sangat galak. maka dia pun menyusun strategi untuk mengambil mentimun secara diam-diam. kancil bersembunyi di pepohonan yang tak jauh dari ladang pak tani sambil menunggu malam tiba.

kancil keluar dari persembunyian ketika langit sudah benar-benar gelap. ketika yakin pak tani sudah tidak ada di ladang, dia berjalan mengendap-endap menuju ke ladang pak tani dan mulai memetik mentimun yang ranum.  “ah, satu atau dua buah saja takkan membuat pak tani merugi karena ulahku!”  batin si kancil. namun si kancil keliru. saat si kancil menggigit mentimun itu dan mengunyahnya, si kancil merasa sangat senang karena buah mentimun itu rasanya sangat segar. dia pun ingin makan lagi, lagi dan lagi. dia baru berhenti setelah perutnya kekenyangan. tak terasa seperempat ladang telah dibabat habis olehnya.

pagi pun menjelang. pak tani terlihat berjalan dengan semangat menuju ladang mentimunnya. si kancil yang kekenyangan segera berlari ke sesemakan agar tidak terlihat oleh pak tani.

sampai di ladangnya, pak tani sangat terkejut. seperempat ladang terlihat berantakan dan buah mentimunnya telah habis. pak tani sangat murka, apalagi dia tidak tau siapa yang mencuri mentimunnya. akhirnya seharian itu dia pergi ke hutan dan mencari kayu. dia akan membuat orang-orangan sawah yang akan di pasang di ladangnya untuk menakut-nakuti si pencuri. setelah jadi, pak tani melumuri orang-orangan sawah dengan pulut (semacam lem) dan memasangnya di tengah ladang. kancil yang kekenyangan tertidur di semak-semak dan tak tau apa yang dilakukan pak tani ini.

malamnya, si kancil yang sudah merasa lapar pun mulai beraksi. tapi dia terkejut ketika tau ada yang menjaga ladang pak tani malam ini. maka dia menunggu di semak-semak sambil terus mengawasi ladang, siapa tau orang itu akan lelah dan tertidur. satu jam. dua jam. hingga tengah malam, tapi tampaknya orang yang menjaga ladang itu tidak merasa lelah. akhirnya kancil curiga dan keluar dari persembunyiannya sambil mengendap-endap waspada. setelah berada di dekat orang itu, kancil terkejut dan merasa tertipu. ternyata yang menjaga ladang pak tani hanya orang-orangan sawah. didorong rasa marah, kancil pun menendang orang-orangan itu dengan kaki kanannya. tak disangka, kakinya justru menempel kuat ke orang-orangan itu. dia berusaha melepaskan diri dan mendorong orang-orangan sawah dengan kaki kirinya. tapi kaki itu juga ikut menempel. kancil tak menyerah. dia tetap berusaha melepaskan diri, tapi akhirnya seluruh badannya justru menempel pada orang-orangan sawah itu. kancil pun menyerah dan siap menghadapi apapun yang akan dilakukan pak tani kepadanya esok pagi.

pak tani datang pagi-pagi keesokan harinya. dia langsung memeriksa orang-orangan sawahnya dan bersorak gembira saat didapatinya seekor kancil telah terjebak. dilepaskannya kancil dari orang-orangan sawahnya dan dimasukkannya dia ke dalam kerangkeng kayu. pak tani pun kembali bekerja di ladang dengan tenang.

sekitar tengah hari, anjing peliharaan pak tani mendatangi kerangkeng kayu tempat kancil di kurung.

” hey kancil! kamu ngapain di dalam kerangkeng itu?” tanya si anjing. mendengar pertanyaan ini, si kancil mulai memikirkan tipu muslihat.

” oh hay anjing! aku di dalam sini karena menunggu pak tani mengajakku pulang ke rumahnya! aku akan dinikahkan dengan anak gadisnya.”

” Ah masa?”

” betul! kalau tak percaya, lihat itu pak tani sedang mengasah parang untuk persiapan masak-masak.”

” wah iya! ah pak tani kok nggak adil sih! aku kan sudah lama mengabdi kepadanya, kenapa bukan aku yang dinikahkan dengan anaknya?”

” Iya juga ya? aduh aku jadi nggak enak sama kamu anjing! gimana kalau kamu menggantikan aku?”

” Emangnya bisa?”

” Bisa! coba kamu sini mendekat, tapi jangan ribut ya! nah, sekarang kamu buka pintu kerangkeng ini, terus masuk kesini menggantikan aku.”

” baiklah!” si anjing menuruti perkataan kancil. dia membuka kunci kerangkeng dan masuk kerangkeng menggantikan kancil. kancil keluar dari kerangkeng dan mengunci anjing dari luar.

” nah, kamu tunggu di dalam situ ya. aku mau pergi dulu! dadah anjing!” kancil pun berlari sekencang-kencangnya ke dalam hutan. tak dipedulikannya si anjing yang ribut menggonggong memanggilnya.

mendengar keributan itu, pak tani segera berlari memeriksa kerangkeng dan terkejut melihat anjing peliharaannya ada di dalam kerangkeng sedangkan si kancil kabur. setelah mendengar penjelasan dari anjing, pak tani marah dan akhirnya menghajar si anjing.

dongeng papa lainnya:

kancil dan macan 1: sajian kanjeng nabi sulaiman

8 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s