dongeng papa – kancil dan macan 1: sajian kanjeng nabi sulaiman

setelah berhasil lolos dari kejaran pak tani (baca ceritanya disini), kancil akhirnya sampai di sebuah padang rumput yang sering menjadi tempat makan kawanan gajah.

siang itu padang rumput sepi. tampaknya para gajah baru saja selesai makan meninggalkan padang rumput. kancil berjalan santai menuju sebuah pohon besar. dia ingin beristirahat sambil menikmati angin sepoi-sepoi di bawah pohon itu. tapi tak disangka, ternyata di balik pohon itu terdapat setumpuk kotoran gajah yang baru saja ditinggalkan. karena muak dengan baunya, kancil pun mencari tempat berteduh lainnya yang tak jauh dari pohon tersebut.

semilir angin membuat kancil terbuai dan jatuh ke pelukan mimpi. kancil tertidur dengan pulas tanpa menyadari bahaya yang sedang mengancamnya. dari kejauhan, seekor macan besar sedang mengamati kancil. kebetulan dia sedang sangat lapar, sehingga dia memandang kancil dengan tatapan yang sangat bernafsu. si macan mendekati kancil dengan mengendap-endap. ketika jarak mereka semakin dekat, si macan pun membangunkan si kancil.

” Hey kancil! waaah, kamu bertambah gemuk sekarang! pasti dagingmu lezat sekali! aku akan memakanmu!” mendengar ancaman macan, si kancil pun ketakutan. habislah aku! pikirnya. tapi kemudian dia teringat sesuatu dan mulai menjalankan rencananya untuk kabur dari macan.

” Hah? memakanku? boleh saja sih. tapi..”

” tapi apa? hah?”

” tapi sebaiknya kamu meminta ijin dulu kepada kanjeng nabi sulaiman. karena aku sedang ditugasi beliau untuk menjaga sajian beliau.”

” sajian?”

” Iya! beliau berencana untuk mengadakan pesta. nah, aku diminta untuk menjaga sajian makanan para tamu beliau.”

” Benarkah itu?”

” Iya benar! kalau tidak percaya lihat saja di balik pohon besar itu!” kancil menunjuk tumpukan kotoran gajah dengan kakinya.

” Wah, kelihatannya enak! aku akan makan itu juga! setelah itu aku akan memakanmu!” si macan menggeram.

” ooh tidak bisa! nanti aku bisa dimarahi kanjeng nabi!”

” kalau begitu aku akan memakanmu sekarang juga!”

” eits, nanti kamu yang bisa dimarahi kanjeng nabi!”

” lalu aku harus bagaimana? aku sudah sangat lapar!”

” Ya sudah begini saja, kamu boleh makan sajian itu tapi dengan satu syarat, biarkan aku pergi dulu dari sini supaya nanti aku tidak kena marah kanjeng nabi!”

” baiklah, kalau begitu pergilah kamu!”

” oke! setelah aku pergi, panggilah aku, kalau aku sudah tidak menjawab, kamu baru boleh makan sajian itu!”

” ya..ya..ya.. cepatlah sana pergi! aku sudah lapar!”

kancil pun berlari sekuat tenaga. sekitar 5 menit berlari, macan memanggilnya.

” cil kancil!”

” Hooy!”

kancil masih bisa menjawabnya. dengan sabar macan kembali menunggu. sepuluh menit kemudia dia kembali memanggil dan ternyata kancil masih menjawab. setelah lewat setengah jam, akhirnya si kancil sudah tak terdengar lagi suaranya. maka macan pun menuju ke arah “sajian” kanjeng nabi itu dengan penuh semangat. dia mengambil ancang-ancang dan tanpa pikir panjang, dia langsung melompat ke arah “sajian” kanjeng nabi sulaiman, yang sebenarnya adalah tumpukan kotoran gajah. macan tersungkur di atas kotoran itu dan merasakan bau yang sangat busuk dari tumpukan “sajian” itu. tak lama dia menyadari bahwa sebenarnya dia telah ditipu oleh kancil.

” Dasar kancil kurang ajar! berani-beraninya dia mengerjai aku! awas ya kalau ketemu! pasti langsung aku santap! gggrrrrr…” macan berusaha membersihkan kotoran gajah yang menempel di mukanya kemudian pergi dari tempat itu ke arah kancil berlari tadi. dia bertekad akan memakan si kancil begitu ketemu nanti.

dongeng papa lainnya:

kancil mencuri timun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s