dongeng papa – kancil dan macan 3: Gong ajaib

kancil tiba di sebuah kebun yang luas. setelah seharian berjalan-jalan. dia merasa lelah. tapi sebelum dia sempat beristirahat, lagi-lagi dia di kejutkan oleh kedatangan si macan.

“hey kancil! kurang ajar kamu! berkali-kali kamu menipuku! kali ini aku takkan meloloskanmu lagi!” seru macan.

” ah, ampun macan! ampuuun! kamu boleh memakanku, asal kita tunggu kanjeng nabi sulaiman dulu ya. soalnya aku lagi ada tugas dari beliau!”

” Hah! tipu muslihat macam apalagi sekarang?”

” sungguh macan! kali ini aku tidak menipumu! aku benar-benar sedang ditugasi oleh kanjeng nabi.”

” Tugas apa memangnya?”

” itu, aku disuruh ngg… tapi ini rahasia ya?” kancil berbisik sambil melihat ke sekeliling, pura-pura mengawasi keadaan. padahal dia sedang mencari ide untuk meloloskan diri lagi. sesaat kemudian, matanya tertumbuk pada sebuah benda yang menggantung di salah satu tangkai pohon. maka berkatalah ia,

” aku ditugasi untuk menjaga gong ajaib kanjeng nabi.”

” gong ajaib apa hah?”

” itu, lihatlah di sana yang menggantung di tangkai pohon itu. itu adalah gong ajaib milik kanjeng nabi!”

” apa keistimewaannya?” si macan mulai tertarik.

” aduh, gimana ya.. itu rahasia!”

” grrrrrr.. kalau kamu tidak memberitahu aku, aku akan memakanmu!” macan memamerkan taringnya yang tajam.

” eh iya, iya. tapi janji jangan beri tahu kanjeng nabi kalau aku membocorkan ini ya?”

” tenang saja! kamu bisa percaya sama aku!”

” baiklah. jadi kalau seseorang memukul gong itu, maka dia akan menjadi makhluk yang paling sakti sejagad raya!” mata macan melebar mendengar penjelasan kancil. sifat tamaknya perlahan muncul.

” biar aku mencobanya!” kata macan.

” Eits.. tidak bisa macan! itu milik kanjeng nabi! nanti aku bisa dimarahi!”

” sudah kamu pergi saja! nanti aku yang atasi kemarahan kanjeng nabi!” kata macan. dia juga berpikir, toh setelah memukul gong itu aku akan jadi sakti. aku tak takut lagi pada kanjeng nabi!

” baiklah. aku pergi ya!!!” kancil segera berlari sejauh-jauhnya. dia berharap setelah ini macan tak bisa menemukannya lagi.

macan yang melihat kancil sudah sangat jauh, perlahan berjalan ke pohon tempat tergantungnya gong itu. dia mendengar dengungan dari dalam gong tersebut. waah..belum apa-apa aku sudah merasakan kesaktiannya! batin macan. maka tanpa ragu-ragu lagi, macan memukul “gong” tersebut. tak berapa lama, gong itu bergetar dan bunyinya menjadi lebih bising. tiba-tiba saja, seperti dikomando, ratusan lebah keluar dari gong tersebut. mereka marah karena sarangnya telah diganggu. macan yang akhirnya menyadari bahwa benda yang dipukulnya adalah sarang lebah. dan kini lebah-lebah yang marah itu telah melihatnya dan bersiap-siap menyerang si macan.

“Ampun lebaaaah!!! aku ditipu si kancil lagi!!!” macan berseru di tengah serbuan para lebah. si macan berlari sekencang-kencangnya sampai akhirnya lebah-lebah itu tak dapat mengejarnya. tubuhnya bengkak-bengkak, bekas sengatan lebah.

” si kancil! awas kau yaaaa!!!! grooooooaaaaaaar!!!!” macan mengaum marah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s