Reinkarnasi: Romeo dan Juliet (2)

baca dulu postingan teman saya dulu, ini dia ~> Reinkarnasi: Romeo dan Juliet

***

ROMEO

Aku melihatnya terbujur kaku di lantai samping tempat tidurnya. Gadis malang yang bodoh itu telah meminum racun demi kami, demi aku. Hanya untuk membuktikan bahwa besar cintanya kepadaku lebih besar daripada ketakutannya menghadapi kematian.
Aku memaksakan diri untuk menghampirinya. Kakiku terasa berat, rasanya  aku berjalan sambil menyeret dua buah ember besar berisi air. Aku ragu-ragu menelan ludah, berharap bisa mengurangi kecemasanku. Yang terjadi malah, aku tersedak dan batuk. Tak sengaja jatuh, terlihat seperti menjatuhkan diri, di samping mayat Juliet.
Dari jarak sedekat ini, aku melihat bayangan ironi di wajahnya yang tertidur damai. Sungguh miris jika nasibnya selesai di sini. Apalagi setelah semua yang kami lalui bersama.  Tanganku tak sengaja menekan kantung jas lusuhku dan terasa sakit. Aku lalu teringat apa yang seharusnya aku lakukan. Ku keluarkan botol kecil berisi penawar racun dari dalam saku dan kuminumkan melalui bibir mungilnya yang sangat kusukai.
AJAIB!
Aku melihat gerakan mendesak dari kerongkongannya. Lalu perlahan napas kembali mengisi rongga dadanya. Beberapa detik kemudian, yang terasa terlalu lama bagiku, dia menemukan tenaganya kembali. Mengerjap kepadaku dan berusaha bangun untuk memelukku. Luar biasa, seolah tadi dia tak pernah mati.
“Romeo, aku menunggumu. Syukurlah kau tidak kenapa-kenapa.” bisiknya di telingaku. Sepenggal kalimat yang membuatnya sangat kepayahan untuk mengatakannya.
“ Juliet? Benar apa yang orang katakan. Kau berpura-pura mati?”
“Ya, Romeo.”
Aku menangkap rasa haru penuh kebanggaan di kedua matanya. Gadis bodoh!
Tangan Juliette bergerak-gerak mengambil sesuatu dari balik gaunnya. “Romeo, tidak ada kesempatan untuk cinta kita di dunia. Kita tidak mungkin hidup di dunia yang penuh kebencian seperti ini. Aku telah memutuskan, aku akan mencintaimu dengan abadi. Di surga.”
Yang kulihat berikutnya adalah kilatan benda logam yang ditusukkannya ke perutnya sendiri. Lalu gaunnya mulai membasah oleh cairan berwarna merah. Darah!
“Juliet, apa yang kau lakukan?”
Aku panik. Kali ini aku tak bisa mencegahnya dibawa pergi malaikat maut yang sedari tadi memang sudah menanti-nanti. Sial!
Esoknya aku turut menghadiri misa sebelum pemakaman Juliet, kurasa keluarga Capulet sudah tak mempermasalahkan aku lagi. Mereka mungkin menghargai usahaku menyelamatkan Juliet kemarin. Aku tak peduli! Aku bahkan sebetulnya tak peduli jika mereka masih melarangku mengikuti misa sekalipun. Rasa penasaranku terasa sangat mencekik dan lebih besar daripada rasa takutku kepada keluarga Capulet saat melihat Cupid muncul di penghujung hidup Juliet dan tertawa sinis kepadanya.
Maka aku menunggu hingga pelayat terakhir meninggalkan gereja, mengikuti iring-iringan peti jenasah Juliet yang diusung menuju ke pemakaman. Cupid sedang bertenger di atas organ dan tersenyum puas sambil mengacungkan kedua ibujari tangannya ke arahku. Aku sudah akan bertanya ketika pintu samping gereja di sebelah mimbar terbuka, seorang gadis berlari ke arahku. Benitta!
Ada pekik terkejut dari mulutnya. “Dia mati?”
Aku hanya menjawab, “Iya.”
“Jadi akhirnya kita bisa bersama sekarang?” tanya Benitta lagi. Tanpa menunggu jawabanku, dia menubrukkan badan ke arahku dan melumat bibirku penuh gairah. Namun tak seperti biasanya, ciuman Benitta terasa hambar. Aku sudah tau setelah ini aku pasti akan habis dihajar Cupid!
Aku melirik ke arah malaikat bertubuh anak-anak yang masih duduk di atas organ sambil memandangku dengan penuh kebencian. Dia tau! Dia tau aku telah mengkhianatinya! Aku memang berhasil membuat Juliet jatuh cinta kepadaku dan mati sia-sia demi aku agar reinkarnasinya tak sempurna. Tapi ada satu hal yang tak kuperkirakan. Tak juga diperkirakannya.
Satu hal itu adalah bahwa sesungguhnya aku pun telah jatuh cinta kepada Juliet!
***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s