#fanfict – Pesona Gadis Palung Laut Dalam

Aula besar kerajaan telah ramai oleh hiruk pikuk pesta. Dewa Phorcys tampaknya mengundang hampir seluruh dewa dewi untuk menghadiri pesta ulang tahun putri ketiganya ini. Bahkan Zeus dan Athena pun tampak di antara para tamu undangan yang datang.

Poseidon mengambil segelas anggur yang diedarkan oleh para pelayan. Matanya sedari tadi mengamati dewa dewi yang berpakaian serba putih seperti biasa. Dia merasa sangat bosan. Maka setelah sedikit berbasa-basi dengan beberapa dewa tadi, dia segera menyingkir dengan alasan ingin mencari minum. Istrinya sendiri, Amfitrit, sedang berbincang dengan Ceto, Istri Dewa Phorcys.

Poseidon meletakkan gelas anggurnya yang sudah kosong di meja dan sedang akan mengambil kue ketika matanya tertumbuk pada seorang gadis cantik berbaju biru. Gadis itu sedang berjalan ke arahnya sembari menebar senyuman pada para tamu yang dilewatinya. Jubahnya yang terbuat dari jalinan rumput laut membungkus tubuhnya yang gemulai. Membuat dia terlihat sangat anggun namun sekaligus tangguh. Saat tiba di hadapan Poseidon, gadis itu mengangguk dan melempar senyum kepadanya. Seketika itu pula Poseidon merasa seolah ada yang meremas jantungnya dan menariknya ke perut, kemudian mengguncangkannya di sana.

Poseidon terpesona. Dari jarak sedekat itu, dia bahkan bisa mencium aroma buah persik dari gadis itu. Belum lagi rambutnya yang hitam, lurus terurai hingga ke pinggul, sangat menggoda untuk di belai. Poseidon sudah terhipnotis dan hendak menghampiri gadis itu ketika tangannya ditarik oleh seseorang. Dia menoleh dengan kesal dan mendapati istrinya yang melotot kepadanya. Hati Poseidon mencelos karena merasa tertangkap basah sedang mengamati wanita lain oleh istrinya, namun ternyata Amfitrit hanya kesal karena Poseidon tidak juga menjawab ketika dipanggil.

“ Suamiku, Athena memanggilmu. Ada yang ingin dibicarakannya berkaitan dengan kota Athena!” ujar istrinya. Interupsi ini sungguh membuat Poseidon kesal. Tapi mau tak mau Poseidon berjalan mengekori istrinya menuju ke tempat Athena. Matanya sesekali melirik ke gadis berbaju biru tadi dan bertanya-tanya siapakah gerangan dirinya.

Athena dan Poseidon sedang membahas persaingan mereka dalam memperebutkan kota Athena ketika Dewa Phorchys meminta perhatian para tamunya dengan suaranya yang menggelegar.

“ Terima kasih sudah bersedia menghadiri pesta ulang tahun putri kami, Medusa. Tak terasa, putri kecil kami kini telah tumbuh menjadi wanita dewasa. Malam ini akan diadakan pula upacara kedewasaan baginya. Kami mohon agar kawan-kawan bersedia memberikan berkat kalian bagi Medusa. Nah medusa, bersiaplah!”

Postur tubuh Poseidon yang tinggi besar menguntungkannya sehingga dia dapat melihat langsung ke tengah aula, dimana Dewa Phorcys berbicara. Hal itu jugalah yang membuatnya tau, gadis berbaju biru yang mempesona tadi adalah putri Dewa Phorycs. Matanya berbinar, hatinya berdebar. sebuah tekad muncul di pikirannya.

“ Medusa, aku harus bisa mendapatkanmu!” bisik Poseidon.

*bersambung

previous story:

1. Ulang tahun

4 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s