#fanfict – upacara kedewasaan

Medusa maju hingga ke tengah ruangan. Punggungnya seperti tergelitik karena merasakan seluruh mata kini tertuju kepadanya. Dia berhenti tepat di hadapan api abadi dari Gunung Olympus yang dibawa dalam sebuah piala. Jilatan apinya yang berwarna biru itu terlihat sangat ramah dan dingin.

Dibantu oleh seorang dayang yang mengikutinya, Medusa melepaskan jubah rumput lautnya. Memperlihatkan tangannya yang ramping dan putih.  Dia menunduk, tangannya meraba  lehernya dan menemukan kalung jimat masih tergantung dengan nyaman. Jimat itu telah dipakainya sejak dia masih bayi dan dia masih tak percaya sekarang dia harus melepaskanya.

Medusa menarik kalung jimat itu hingga terlepas dari lehernya. Dia menangkupkan kedua tangan sehingga jimat itu tergenggam di dalamnya dan mulai membisikkan doa-doa. Sementara itu dewa-dewi yang hadir mengikuti Medusa dengan menangkupkan kedua tangan mereka dan berdoa untuk keselamatan Medusa. Setelah merasa cukup, Medusa menarik napas dan menghelanya pelan-pelan. Dengan berat hati, Medusa melemparkan jimatnya ke dalam jilatan api abadi. Api biru itu mendesis. Semuanya menjadi hening dan memperhatikan api tersebut.

Api masih menari-nari setelah melahap jimat medusa. Warna birunya perlahan meredup dan berganti warna menjadi merah muda. Semua yang hadir di ruangan bertepuk tangan. Warna merah muda adalah pertanda kebahagiaan. Api mendesis lagi dan seketika ruangan kembali menjadi hening.  Warna merah muda itu meredup dan berganti menjadi warna hitam. Semua yang hadir di sana tercekat. Hitam adalah tanda ketidakberuntungan dan belum ada yang mendapatkan warna ini setelah sekian lama. Bisik-bisik mulai menyebar ke seluruh ruangan. Medusa memperhatikan sekitarnya dengan wajah yang memucat. Dia menelan ludah. Ramalan nasibnya ini pasti akan menjadi perbincangan yang abadi di kalangan para dewa.

Api mendesis sekali lagi dan memunculkan warna keemasan sebelum akhirnya kembali menjadi warna biru. Dewa-dewi, bahkan Medusa pun, sudah telanjur tercengang dengan warna hitam yang muncul sehingga tidak ada yang memperhatikan kejadian terakhir itu. Padahal, warna keemasan adalah pertanda kemasyhuran.

*bersambung

——————————————————————————————————————————

previous story

1. Ulang tahun

2. Pesona Gadis Palung Laut dalam

3. Debaran yang Sama

—————————————————————————————————————————

picture taken from: http://1.bp.blogspot.com/_hYeT-5AHN-g/TKUIojobbUI/AAAAAAAAABY/Zbbs1aQ7LCc/s1600/ADULT_GOBLET_OF_FIRE_rgb1.jpg

2 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s